Musim Hujan, BPBD DKI: Jaktim dan Jaksel Rawan Pergeseran Tanah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turap beton anak kali ciliwung longsor di Salemba, Menteng, Jakarta, 12 Februari 2015. Longsornya turap akibat pergerakan tanah saat meluapnya air kali ciliwung, beruntung tak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. TEMPO/Dasril Roszandi

    Turap beton anak kali ciliwung longsor di Salemba, Menteng, Jakarta, 12 Februari 2015. Longsornya turap akibat pergerakan tanah saat meluapnya air kali ciliwung, beruntung tak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD DKI Jakarta menyatakan sejumlah wilayah di ibu kota rawan mengalami pergeseran tanah. Risiko pergeseran tanah tersebut bertambah besar pada musim hujan mendatang.

    "Data potensi pergeseran tanah dirilis oleh badan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi)," kata Kepala BPBD DKI Subejo di Balai Kota DKI, Kamis, 14 November 2019.

    Sejumlah wilayah yang berpotensi terjadi pergeseran tanah saat curah hujan semakin tinggi berada di kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Kawasan yang paling rawan terjadinya pergeseran tanah berada di dekat daerah aliran sungai.

    Sejumlah wilayah yang dianggap rawan di Jakarta Selatan tersebar di kawasan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan. Sedangkan, di Jakarta Timur tersebar di Kramatjati dan Pasar Rebo. "Kawasan itu masuk potensi gerakan tanah menengah."

    BPBD DKI telah mengantisipasi terjadinya pergeseran tanah tersebut dengan mitigasi struktural. Salah satunya adalah penanaman pohon di bantaran kali untuk memperkuat struktur tanah.

    Pergeseran tanah, kata dia, terjadi lantaran adanya rongga tanah yang turun. Walhasil, tanah bergerak mencari titik keseimbangan baru. "Kami harap warga tidak mendirikan bangunan di pinggir kali. Karena kawasan kali itu yang rawan pergerakan tanah," ujar Kepala BPBD DKI Jakarta itu.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.