Warga Jaksel Korban Kecelakaan Tol Cipali, Baru Pulang Nyoblos

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengabadikan bangkai bus Arimbi yang telah dievakuasi usai mengalami kecelakaan di Tol Cipali KM 117, Subang, Jawa Barat, Kamis, 14 November 2019. Kecelakaan tabrakan antara dua bus Sinar Jaya dan Arimbi tersebut menyebabkan 7 orang penumpang tewas dan 15 orang penumpang lainnya mengalami luka berat. ANTARA/Arie Nugraha

    Petugas mengabadikan bangkai bus Arimbi yang telah dievakuasi usai mengalami kecelakaan di Tol Cipali KM 117, Subang, Jawa Barat, Kamis, 14 November 2019. Kecelakaan tabrakan antara dua bus Sinar Jaya dan Arimbi tersebut menyebabkan 7 orang penumpang tewas dan 15 orang penumpang lainnya mengalami luka berat. ANTARA/Arie Nugraha

    TEMPO.CO, Jakarta - Warsidin (53), warga Jakarta Selatan yang menjadi korban  meninggal dalam kecelakaan Tol Cipali, dimakamkan di kampung halamannya di Pekalongan, Jawa Tengah. Warsidin adalah satu dari 7 korban meninggal dalam kecelakaan bus di Kilometer 117 Tol Cipali, Subang.

    "Saya dapat kabar tadi kalau jenazah Pakde sudah dimakamkan setelah Isya," kata Abdurahman Latif (23), keponakan almarhum saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis malam.

    Menurut Latif, jenazah pamannya itu dijemput keluarga dan tiba di rumah duka pukul 18.30 WIB. Setelah Magrib, Warsidin disalatkan sebelum dikebumikan di TPU Wangandowo, Pekalongan.

    Warsidin adalah seorang kuli bangunan yang tinggal di Jalan Madrasah No. 26 RT 12/ RW 02 Kelurahan Gandaria Selatan Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. 

    Ia pergi meninggalkan seorang istri bernama Sunarsih (50) dan tiga anak serta satu cucu.Anak bungsu korban bernama Heri (15) masih duduk di Kelas I SMA di wilayah Jakarta Selatan.

    Warsidin mengalami kecelakaan saat perjalanan pulang kembali ke Jakarta dari Pekalongan untuk urusan pekerjaan. "Karena ada kerjaan lagi ngerjain bangunan rumah tetangga," kata Latif.

    Warsidin beserta istri dan ketiga anaknya serta seorang menantunya pulang kampung ke Desa Wangandowo, Pekalongan, untuk menghadiri pemilihan kepala desa pada 13 November 2019. Mereka berangkat naik bus umum sehari sebelumnya. 

    Menurut Latif, setiap lima tahun sekali Warsidin selalu pulang untuk menyalurkan hak pilihnya pada pemilihan kepala desa. "Bagi Pakde pemilihan kades sama seperti milih presiden," kata Latif.

    Warsidin memilih pulang lebih awal ke Jakarta, sementara istri beserta anak dan menantunya masih tinggal di Pekalongan. Dia pulang ke Jakarta menumpang bus Arimbi yang mengalami kecelakaan di Tol Cipali, Subang.

    Tabrakan antarbus itu melibatkan bus Sinar Jaya dengan nomor polisi B 7949 IS dan Bus Arimbi bernopol B 7168 CGA. Bus Sinar Jaya yang dikemudikan oleh Sanudin dari arah Jakarta menuju Palimanan diduga hilang kendali dan menyeberang ke jalur berlawanan sehingga menabrak bus Arimbi yang datang dari arah Cirebon.

    Polisi menduga ada faktor kelalaian dalam kecelakaan Tol Cipali karena sopir bus Sinar Jaya mengantuk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.