BBWSCC: Personel Siaga Banjir Harus Lebih Cepat dari Wartawan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara saat pengendara menerobos banjir akibat luapan Sungai Ciliwung di Jalan Jatinegara, Kampung Melayu, Jakarta, Jumat 26 April 2019. Banjir itu terjadi sejak Jumat pagi akibat tingginya intensitas hujan di Wilayah Bogor dan sekitarnya. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Foto udara saat pengendara menerobos banjir akibat luapan Sungai Ciliwung di Jalan Jatinegara, Kampung Melayu, Jakarta, Jumat 26 April 2019. Banjir itu terjadi sejak Jumat pagi akibat tingginya intensitas hujan di Wilayah Bogor dan sekitarnya. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane disingkat BBWSCC Bambang Hidayah menginstruksikan puluhan personel siaga banjir bisa mendeteksi keadaan lebih cepat dari wartawan.

    "Kita harus bisa deteksi banjir sebelum wartawan tahu. Ini harus dicamkan," kata Bambang saat memimpin apel siaga banjir di Kantor BBWSCC, Jakarta Timur, Jumat, 15 November 2019.

    Untuk menjalankan instruksi itu, sebanyak 75 petugas juru sungai dan lima petugas pengamat diperintahkan menjalin komunikasi dengan berbagai instansi terkait hingga pengurus RT/RW maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM).

    Personel siaga banjir juga diarahkan untuk intensif memantau situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) guna menangkap gejala banjir berdasarkan prakiraan cuaca.

    "Kota Bogor akan jadi acuan kita. Kalau BMKG prediksinya hujan, siap-siap. Kalau sungai sudah berstatus waspada harus siap siaga," katanya.

    Bambang juga mengingatkan terkait waktu perambahan air dari hulu sungai di Bogor menuju Jakarta yang dihitung berkisar 11 hingga 12 jam.

    Terdapat 14 Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah kerja BBWSCC yang meliputi Bogor, Bekasi, Depok, Jakarta hingga Tangerang.

    "Bila siaga 1 berdasarkan alat telemetri, segera kabarkan melalui radio komunikasi ke instansi terkait, lalu buat laporannya di website telemetri," katanya.

    Selain mengandalkan deteksi dini melalui informasi BMKG, BBWSCC juga memanfaatkan aplikasi monitoring CCTV melalui aplikasi berbasis ponsel Android. "Saat ini ada 78 kawasan rawan banjir di wilayah kerja kami, seluruhnya kawasan bantaran sungai," tutur Bambang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.