Sukmawati Soekarnoputri Dilaporkan Soal Penistaan Agama Lagi

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sukmawati Soekarnoputri saat mendatangi Kantor MUI terkait polemik puisi yang dibacakannya di Jakarta, 5 April 2018. Maruf Amin juga menyarankan agar upaya pelaporan Sukmawati ke ranah hukum sebaiknya dihentikan TEMPO/Subekti.

    Sukmawati Soekarnoputri saat mendatangi Kantor MUI terkait polemik puisi yang dibacakannya di Jakarta, 5 April 2018. Maruf Amin juga menyarankan agar upaya pelaporan Sukmawati ke ranah hukum sebaiknya dihentikan TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri kembali dilaporkan ke kantor Kepolisian Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama oleh seorang warga bernama Irvan Noviandana. Sebelumnya, Sukmawati telah terlebih dahulu dilaporkan oleh warga bernama Ratih Puspa Nusanti, yang merupakan salah anggota Koordinator Bela Islam (Korlabi), untuk kasus yang sama.

    "Kami akan membuat laporan sekitar jam 10.00 hari ini," ujar penasihat hukum pelapor, Sumadi Atmadja, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 18 November 2019.

    Sumadi menerangkan kliennya merupakan seorang muslim yang mencintai negara dan agamanya. Ia menganggap pidato Sukmawati soal perbandingan Nabi Muhammad dan Soekarno mengandung ujaran kebencian dan penodaan agama.

    Video pidato Sukmawati yang dianggap melecehkan itu telah beredar di media sosial seperti YouTube. Dalam salah satu video, Sukmawati tampak berdiri di atas mimbar dan berbicara menggunakan pengeras suara. Berikut cuplikan ucapannya:

    "Mana lebih bagus Pancasila sama Al Quran? Gitu kan. Sekarang saya mau tanya ini semua, yang berjuang di abad 20 itu nabi yang mulia Muhammad, apa Insinyur Sukarno? Untuk kemerdekaan. Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau menjawab berdiri, jawab pertanyaan Ibu ini," ujar Sukmawati Soekarnoputri.

    Sukmawati bukan kali ini saja dilaporkan ke polisi karena ucapannya. Pada 2018, Sukma pernah dilaporkan karena puisi bertajuk 'Ibu Indonesia' yang dibacakannya dalam acara '29 Tahun AnneAvantieBerkarya di Indonesia FashionWeek 2018'. Dalam puisi itu, adik dari Megawati Soekarnoputri tersebut membandingkan azan dengan kidung dan cadar dengan konde.

    Sejumlah pihak menganggap puisi Sukma tersebut telah menistakan ajaran Islam. Tak tanggung-tanggung, ada 30 laporan dilayangkan ke Polda dalam kasus ini.

    Menanggapi banyaknya laporan tersebut, akan keempat dari pasangan Soekarno dan Fatmawati tersebut pun menggelar konferensi pers. Ia meminta maaf atas puisinya itu karena telah menimbulkan kontroversi di masyarakat dan dianggap sebagain penistaan agama Islam.

    "Saya mohon maaf lahir batin kepada umat Islam Indonesia, khususnya bagi yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan puisi Ibu Indonesia," kata dia sambil menyeka air matanya di Warung Daun Cikini pada Rabu, 4 April 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.