Buntut Kasus GrabWheels, DKI dan Grab Segera Bikin Jalur Khusus

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Priyanto (kiri) bersama Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreiano (kanan) saat ditemui di kawasan Sudriman Jakarta Selatan, Senin 18 November 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

    Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Priyanto (kiri) bersama Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreiano (kanan) saat ditemui di kawasan Sudriman Jakarta Selatan, Senin 18 November 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta -Grab Indonesia bersama Pemerintah DKI bakal membangun jalur khusus transportasi personal di kawasan Gelora Bung Karno Senayan sepanjang 6 kilometer, buntut kasus mobil tabrak pengguna GrabWheels di sekitar JPO Sudirman.

    "Ini seperti prinsip Pemerintah DKI kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk untuk membangun jalur khusus untuk transportasi perorangan seperti skuter listrik sepeda dan sejenisnya," ujar Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Priyanto di Sudirman Jakarta Selatan, Senin 18 November 2019.

    Priyanto mengatakan 6 km jalur transportasi tersebut dibangun di trotoar dengan lebar 1,5 meter. Jalur akan diberi marka dan dicat.

    Priyanto menyebutkan untuk ke depan jalur transportasi personal juga akan disamakan dengan jalur sepeda yang saat ini dibangun oleh Pemerintah DKI Jakarta. Saat ini DKI telah membangun 63 km jalur sepeda.

    Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreiano menyatakan pembangunan jalur trasnportasi personal tersebut untuk menata penggunaan grabwheel sebagai salah satu transportasi personal.

    "Jadi yang memakai Grabwheels nanti jalurnya sudah ada dan tidak akan membahayakan pengguna trotoar lainnya,"ujarnya.

    Tri menyebutkan jalur tersebut nantinya akan dikembangkan yang terhubung dengan moda transportasi seperti MRT, LRT Transjakarta. "Karena GrabWheels ini meruapakan kendaraan transit masyarakat dari moda transportasi publik ke kantor atau tujuan masyarakat," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.