Penggusuran di Sunter, Gerindra: Anies Tak Pernah Janji Tak Gusur

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak beraktivitas di tempat pengungsian sementara saat terjadi penggusuran di Jalan Agung Perkasa 8, Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara, Senin, 18 November 2019. Penertiban pada Kamis (14/11) lalu itu berujung bentrok karena warga mempertahankan bangunan mereka yang sudah ditinggali sejak puluhan tahun tersebut. ANTARA

    Seorang anak beraktivitas di tempat pengungsian sementara saat terjadi penggusuran di Jalan Agung Perkasa 8, Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara, Senin, 18 November 2019. Penertiban pada Kamis (14/11) lalu itu berujung bentrok karena warga mempertahankan bangunan mereka yang sudah ditinggali sejak puluhan tahun tersebut. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Terkait gaduh penggusuran di Sunter, tepatnya Sunter Agung, Jakarta Utara, Ketua DPD Partai Gerindra Muhamad Taufik menyatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak pernah berjanji tidak akan menggusur.

    "Enggak. Nggak ada janji nggak akan penggusuran," ujar M Taufik saat dihubungi Senin 18 November 2019 saat ditanya ihwal penggusuran di Sunter tersebut.

    Taufik mengatakan jika ada penggusuran tergantung lokasinya, apakah lahan tersebut milik pemerintah DKI atau bukan.

    Termasuk kata Taufik penggusuran di kawasan Sunter Jakarta Utara beberapa waktu lalu. "Kalau tanah milik pemerintah yang diberesin," ujarnya.

    Taufik menyebutkan dalam salah satu janji Anies adalah peremajaan kota dengan tanpa penataan kembali. Dia memisalkan penataan Kampung Akuarium yang tidak dipindahkan.

    Taufik menyatakan jika harus menggusur Pemerintah DKI harus sesuai prosedur hukum berlalu, serta memberikan kejelasan terkait relokasi terhadap warga terdampak. Seperti memindahkan ke rusun.

    Sebelumnya, belasan warga korban penggusuran di Jalan Sunter Agung mempertanyakan janji kampanye Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 2017. Kala itu, menurut warga Sunter itu, Anies berjanji tak akan melakukan penggusuran.

    Warga korban penggusuran marah ketika petugas Satpol PP membongkar sisa bangunan di Jalan Agung Perkasa 8, Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara, Senin, 18 November 2019. Warga mempertanyakan janji kampanye Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 2017. Kala itu, menurut warga Sunter itu, Anies berjanji tak akan melakukan penggusuran. TEMPO/Lani Diana

    "Kami semua pendukung Anies, tapi kenapa digusur, katanya dulu tidak ada penggusuran saat kampanye" kata salah seorang warga, Subaidah kepada Antara, Sabtu, 16 November 2019.

    Subaidah mengatakan hampir semua warga Madura yang bermukim di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII mendukung Anies saat Pilkada 2017. Namun, janji tidak ada penggusuran tidak ditepati. "Usai kami digusur, sampai sekarang juga tidak dikunjungi," ujarnya.

    Hal senada disampaikan Ardi. Pada Pilkada DKI 2017 lalu, menurut dia, warga menaruh harapan kepada Anies untuk tidak melakukan penggusuran. Mereka juga menggalang dukungan agar Anies dapat terpilih sebagai gubernur. "Yang kami dapatkan hanya penggusuran," kata dia.

    Dalam 23 janji kampanye Anies tidak ada menyatakan secara tegas tidak akan melakukan penggusuran. Saat debat pemilihan gubernur Anies menyatakan tidak akan memindahkan namun penataan ulang atau peremajaan kota. "Pemindahan dilakukan bila itu dilakukan dengan memperhatikan hak warga keadilan dan prosedur," kata Anies saat debat I 2017 lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.