Bobol Bank DKI, 5 Pegawai Lepas Satpol PP Jaktim Dipecat

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga korban gusuran marah ketika petugas Satpol PP membongkar sisa bangunan di Jalan Agung Perkasa 8, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 18 November 2019. TEMPO/Lani Diana

    Warga korban gusuran marah ketika petugas Satpol PP membongkar sisa bangunan di Jalan Agung Perkasa 8, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 18 November 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Lima pegawai tidak tetap Satpol PP Jakarta Timur dipecat setelah diduga terlibat kasus pembobolan uang di Bank DKI melalui ATM.

    "Menurut informasi memang betul ada pegawai tidak tetap Satpol PP Jaktim yang kena (dibebastugaskan)," kata Wakil Wali Kota Jakarta Timur Uus Kuswanto di Jakarta, Rabu pagi, 20 November 2019.
     
    Lima anggota Satpol PP tersebut baru beberapa bulan bekerja di Jakarta Timur. "Mereka baru bertugas di Jakarta Timur, sebelumnya di Satpol PP Provinsi DKI," kata Uus.
     
    Mereka dibebastugaskan terhitung sejak Senin, 18 November 2019. Pemecatan itu berdasarkan instruksi dari Kepala Satpol PP Provinsi DKI Arifin bahwa seluruh anggota yang terlibat dalam pembobolan uang Bank DKI harus dipecat.
     
    Diperkirakan, anggota Satpol PP yang terlibat pembobolan ATM Bank DKI berjumlah 12 orang. Para anggota itu berdinas di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.
     
    Namun Uus tidak menceritakan lebih jauh perihal peran dari lima pegawai lepas Satpol PP itu dalam dugaan kasus pembobolan ATM Bank DKI. "Kalau secara jelasnya, saya belum tahu," kata Uus saat ditanya terkait peran dari masing-masing oknum.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?