Pilot Garuda Gadungan Ditangkap, Tipu Korban Rp 20 Juta

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pilot gadungan. Shutterstock

    Ilustrasi pilot gadungan. Shutterstock

    TEMPO.CO, Tangerang - PT Garuda Indonesia memastikan Anggian Medy Alfathan alias AMA adalah pilot Garuda gadungan karena kartu identitasnya palsu. Vice President Corporate Secretary PT Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan menduga kartu identitas itu dibuat sendiri oleh pelaku. 

    "Kami pastikan pilot palsu, ID cardnya dipalsukan dan bikin sendiri," ujarnya saat dihubungi Tempo, Rabu 20 November 2019.

    Menurut Ikhsan, petugas Security Garuda Indonesia mengamankan dan menyerahkan pria 23 tahun yang menyaru sebagai pilot Garuda Indonesia itu kepada Polisi.

    Pemuda asal Bekasi itu ditangkap saat mengenakan seragam pilot dan ID card palsu. "Seragam pilot yang dibeli dari pasar bebas," kata Ikhsan.

    Menurut Ikhsan, pelaku melakukan penipuan dengan memalsukan kartu identitas karyawan Garuda Indonesia. Pelaku bahkan mengklaim kenal pejabat di Garuda Indonesia. "Pelaku juga mengaku dapat membantu para calon pilot untuk dapat bekerja di Garuda Indonesia."

    Garuda Indonesia, kata Ikhsan, akan terus memantau dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum terkait dengan proses hukum yang sedang berlangsung.

    Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bandara Soekarno-Hatta Ajun Komisaris Alexander Yuriko mengungkapkan Anggian melakukan penipuan di Bandara Soekarno-Hatta dengan menyaru sebagai pilot maskapai penerbangan pelat merah itu.

    Anggian ditangkap setelah dilaporkan oleh korbannya, Muhammad Naufal Nur Shiddiq, karena curiga dengan gelagat pelaku "Korban meminta kepada tersangka untuk dipekerjakan sebagai pilot di perusahaan PT. Lion Group dengan membayar Rp 20 juta," kata Alexander.

    Penipuan pilot Garuda gadungan itu terjadi setelah Anggian dan Naufal berkenalan pada 5 November 2019. Naufal bercerita ingin menjadi pilot di Lion Air. Anggian mengaku bisa membantu Naufal menjadi pilot dengan uang pelicin Rp 20 juta. Belakangan Naufal curiga dan mengecek status pekerjaan Anggian di PT Garuda Indonesia. "Korban mendapatkan informasi dari manajemen PT. Garuda Indonesia tidak ada karyawan yang bernama tersebut," kata Alexander.

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.