Viral Pemotor Terobos Jalur Busway Minta Bus Transjakarta Mundur

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor melintasi jalur busway di Jalan Sultan Agung, Jakarta, 24 Oktober 2017. Menerobos jalur busway dapat membahayakan pengendara motor dan mobil. ANTARA

    Pengendara sepeda motor melintasi jalur busway di Jalan Sultan Agung, Jakarta, 24 Oktober 2017. Menerobos jalur busway dapat membahayakan pengendara motor dan mobil. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Video sejumlah pengendara sepeda motor berhadap-hadapan dengan bus Transjakarta di jalur busway viral di media sosial. Para pengendara motor terekam memaksakan bus mundur memberi jalan mereka melintas keluar jalur, sementara bus bergeming. 

    Kejadian itu terekam di kawasan busway Halimun Dukuh Atas, pada Minggu 18 November 2019. "Mundur, mundur," kata pengendara di video yang diunggah di akun Instagram @romansasopirtruck itu.

    Dalam video yang berdurasi beberapa detik tersebut belasan pemotor juga terdengar menekan klakson berulang kali. Namun video singkat tersebut tidak menampilkan lanjutan kejadian tersebut.

    Video itu kemudian ramai dikomentari oleh netizen. Mereka mengecam perilaku para pemotor. Seperti komentar dari akun @nurazissetiawan yang menyatakan, "Udah klakson-klakson, kayak benar saja yang dilakuin pemotor."

    Akun lainnya @Kurniawan berkomentar "Padahal jalan juga gak macet. Kenapa masih terobos jalur bus Transjakarta".

     

    Hingga berita ini disiapkan belum ada pernyataan dari PT Transjakarta atas video viral itu. Namun telah diketahui sejak lama kalau sterilisasi jalur masih menjadi pekerjaan rumah besar untuk Transjakarta. Situasi itu yang di antaranya mendorong Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono menandatangani nota kesepahaman dengan Polda Metro Jaya untuk penerapan tilang elektronik di sejumlah jalur Transjakarta pada September lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?