Tim Forensik Polri Selidiki Kebakaran Sekolah di Kota Bekasi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadam kebakaran melakukan evakuasi korban yang terjebak di ruangan saat kebakaran di gedung SMK Yadika 6, Jatiwaringin, Senin, 18 November 2019. Kebakaran mengakibatkan 14 orang mengalami luka serius. ANTARA

    Petugas pemadam kebakaran melakukan evakuasi korban yang terjebak di ruangan saat kebakaran di gedung SMK Yadika 6, Jatiwaringin, Senin, 18 November 2019. Kebakaran mengakibatkan 14 orang mengalami luka serius. ANTARA

    TEMPO.CO, Bekasi - Tim Pusat Laboratorium Forensik Polri mulai menyelidik di lokasi kebakaran sekolah di Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi. Kebakaran dialami Gedung SMK Yadika 6 pada Senin 18 November 2019, menyebabkan belasan siswanya terluka.

    "Hasilnya menunggu pemeriksaan di laboratorium," kata Ketua Tim Puslabfor Polri yang turun ke lokasi, Komisaris Karya Wijayadi, Rabu 20 November 2019.

    Tim berjumlah empat orang menggunakan peralatan lengkap melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di gedung empat lantai tersebut selama dua jam. Sejumlah ruangan tampak diperiksa mulai dari lantai satu hingga lantai empat.

    Kondisi gedung SMK Yadika 6 pasca-kebakaran di Jatiwaringin, Selasa, 19 November 2019. Akibat kejadian tersebut, pihak sekolah meliburkan semua murid selama tiga hari. ANTARA

    Beberapa barang bukti kemudian dibawa untuk diperiksa di laboratorium. "Barang buktinya standar untuk pemeriksaan kebakaran, ada abu, arang, ada instalasi yang diduga (pemicu kebakaran), pokoknya semua yang ada kaitannya dengan TKP," kata Karya.

    Gedung empat lantai milik SMK Yadika 6 mengalami kebakaran pada Senin sore lalu. Sumber api disebut dari lantai satu lalu menjalar ke seluruh ruangan gedung. Ketika kebakaran terjadi, masih terdapat aktivitas belajar mengajar di lantai tiga dan empat.

    Kebakaran tak pelak menciptakan kepanikan. Mereka berhamburan menyelamatkan diri melalui satu tangga di bagian kanan gedung. Ada belasan siswa dilaporkan mengalami luka-luka dan dua diantaranya parah karena melompat dari lantai tiga setelah keluar jendela.

    Petugas berusaha memadamkan api yang membakar gedung SMK Yadika 6, di Jatiwaringin, Senin, 18 November 2019. ANTARA

    Pasca kebakaran, sekolah meliburkan kegiatan belajar mengajar selama tiga hari. Rencananya, aktivitas belajar dimulai lagi pada Jumat pekan ini dengan menggunakan ruang aula di Gedung B lantai empat.

    "Kegiatan belajar tak boleh berhenti. Karena itu hak guru dan siswa," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat wilayah 3, Casmadi, Rabu 20 November 2019.

    Ia mengatakan, sudah berkomunikasi dengan yayasan pengelola sekolah tersebut agar tidak menghentikan aktivitas belajar-mengajar. "Di sini masih ada gedung lain, saling komunikasi saja. Yang jelas belajar hak siswa, supaya tidak ketinggalan," kata dia.

    Kepala Sekolah SMK Yadika 6, Rellus Manurung mengatakan, kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara selama tiga hari sejak kebakaran sekolah itu. "Untuk tiga hari ini anak-anak terpaksa belajar di rumah, supaya bisa lebih nyaman dulu," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.