Kebakaran Gudang Plastik Picu Kemacetan ke Bandara Soekarno-Hatta

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. TEMPO/Andry Prasetyo

    Ilustrasi. TEMPO/Andry Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebakaran gudang dan pabrik plastik dekat Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis pagi, menyebabkan kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi, Kebakaran terjadi di Jalan Kampung Gaga  atau Kampung Rawa Kompeni, Kalideres, Jakarta Barat.

    Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat Rompis Romlih mengatakan, 14 unit mobil damkar telah dikerahkan ke lokasi. Namun petugas sulit menembus kemacetan menuju lokasi.

    "Ada perbaikan jalan di sekitar tempat kejadian, jadi mobil pemadam sulit masuk, tapi sekarang sebagian sudah sampai," ujar Rompis.

    Laporan kebakaran diterima pemadam pukul 07.50 WIB. Sampai saat ini pemadam masih berlangsung di gudang plastik yang terletak di Rawa Kompeni. "Kebakaran masih besar, proses pemadaman masih berlangsung," kata Rompis.

    Rompis belum memastikan penyebab dan korban kebakaran di gudang plastik tersebut.

    Gudang yang terbakar terletak tak jauh dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Akibatnya, arus lalu lintas dari dan menuju bandara cukup tersendat.

    "Rawa Bokor KM 32 arah Soekarno-Hatta padat, kepadatan volume lalin," demikian dalam akun Twitter resmi @PTJASAMARGA.

    Sementara, Angkasa Pura II memastikan kebakaran gudang plastik terjadi berada di luar area Bandara Soekarno-Hatta dan tidak berdampak pada operasional bandara. "Kebakaran terjadi di luar area Bandara Soekarno-Hatta serta tdk berdampak kpd pelayanan dan operasional bandara. Kami menghimbau para penumpang dan pelanggan bandara utk berhati-hati dlm berkendara serta mematuhi rambu lalu lintas," demikian balasan dalam akun Twitter resmi Angkasa Pura II @contactap2.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?