Pilot Muda Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Ini Kronologisnya

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Sektor Kalideres, Jakarta Barat, menyampaikan kronologis kematian seorang pilot Maskapai Wings Air di kamar kos, Senin 18 November 2019. Nicolaus Anjar Aji Surya (27 tahun) diduga tewas setelah gantung diri.

    "Korban ditemukan tewas di indekosnya dengan luka bekas jeratan tali tambang di leher akibat gantung diri," kata Kapolsek Kalideres, Ajun Komisaris Indra Maulana, Rabu malam 20 November 2019.
     
    Adik Nicolaus, Ciprianus alias Angga, yang menemukan korban di kamar indekos lantai dua Jalan Rawa Lele, Gang Melati I RT 007 RW 10 Kalideres. 
    Awalnya Angga mencoba menghubungi nomor ponsel korban, namun tidak memperoleh respons.
     
    Sekitar pukul 19.00 WIB, Angga mendatangi kamar kos kakaknya itu karena penasaran. Namun ketika diketuk berulang kali tidak dibuka. Angga lalu mendobrak jendela dan melihat kakaknya dalam kondisi mengenaskan. 

    Menyadari sang kakak meregang nyawa, Angga histeris dan meminta bantuan penghuni indekos lain untuk menurunkan korban yang diduga sudah meninggal. "Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Mitra Keluarga, hingga pihak medis menghubungi Polsek Kalideres," kata Indra.
     
    Indra mengungkap dugaan kematian Nicolaus terkait sanksi yang sedang dijalani dari maskapai. Adanya sanksi diketahui dari surat yang datang ke rumahnya di Solo, Jawa Tengah.
     
    "Kami belum lihat langsung fisik surat beserta isinya seperti apa, tapi dari keterangan adiknya, surat itu memberi keterangan bahwa korban melakukan tindakan indisipliner sehingga dijatuhi sanksi oleh perusahaan," kata Indra.

    Surat tersebut tiba beberapa hari sebelum Nicolaus ditemukan tewas gantung diri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.