Bahtiar Effendy Meninggal, Din Syamsuddin: Pemikir Kritis

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bahtiar Effendy. Fecebook.com

    Bahtiar Effendy. Fecebook.com

    TEMPO.CO, DepokBahtiar Effendy dipandang sebagai pemikir kritis dan memiliki mimpi yang tinggi. Hal itu diungkapkan oleh mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin.

    Din mengatakan, sebagai pemimpi, masih banyak mimpi besar Bahtiar Effendy yang masih berjalan hingga belum terwujud.

    “Kalau mimpi besar beliau yang belum terwujud adalah mendorong ada sebuah partai Islam yang solid atau koalisi strategis partai-partai islam dan partai-partai berbasis massa Islam,” kata Din usai prosesi pemakaman di TPU Lemperes, Depok, Kamis 21 November 2019.

    Din mengatakan komitmen Bahtiar terhadap politik Islam sangatlah besar sehingga banyak pemikiran-pemikirannya yang belum atau sulit terlaksana.“Mimpi-mimpi lain banyak ya yang belum terlaksana, sebagian dari mimpi-mimpinya nggak mudah terlaksana,” kata Din.

    Salah satu mimpi Bahtiar yang sedang berjalan, kata Din adalah pembangunan Universitas Islam Indonesia Internasional (UIII). “Setelah menyelesaikan amanatnya  sebagai dekan FISIP UIN Syarief Hidayatullah, almarhum meminta kawan-kawan muda membuat proposal UIII dan dikomunikasikan ke Wakil Presiden Jusuf Kalla waktu itu, dan kini Insya Allah dalam waktu dekat akan segera beroperasi,” kata Din.

    Din menambahkan, Bahtiar juga dikenal sebagai pendiri dan dekan pertama Fakultas Ilmu Sosial Politik di UIN Syarief Hidayatullah, Jakarta. “Sebagai ilmuwan, almarhum saya nilai sebagai ilmuwan kritis dan menyimpan kegusaran, kegeraman, terhadap perkembangan perpolitikan nasional kita,” kata Din.

    Bahtiar Effendy meninggal dini hari tadi, Kamis, 21 November 2019, sekitar pukul 00.02 WIB, di ruang ICU Rumah Sakit Umum Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hubungan Luar Negeri itu meninggal di usia 61 tahun karena penyakit pada bagian pita suaranya.

    Bahtiar Effendy lahir di Ambarawa, Jawa Tengah, pada 1958. Ia menempuh pendidikan tingkat menengah di Colombia, Amerika Serikat, dan lulus sebagai sarjana dari Ilmu Perbandingan Agama dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Jakarta.

    Almarhum Bahtiar Effendy mendapatkan gelar Ph.D Ilmu Politik dari Ohio State University, Amerika Serikat.

    Tokoh Muhammadiyah tersebut juga pernah aktif menanggapi persoalan politik dengan menulis di media massa, salah satunya tentang fenomena teror berbasis agama. Jenazah Bahtiar Effendy dimakamkam sekitar pukul 13.00 di TPU Lemperes Depok yang tak jauh dari rumah kediamannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?