Kontraktor Tol Becakayu Periksa Sebab Air Terjun Dadakan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Air terjun dadakan dari Tol Becakayu di Kalimalang, Kota Bekasi, Kamis, 21 November 2019. Tempo/Adi Warsono

    Air terjun dadakan dari Tol Becakayu di Kalimalang, Kota Bekasi, Kamis, 21 November 2019. Tempo/Adi Warsono

    TEMPO.CO, Jakarta - Limpasan banjir bak air terjun dari konstruksi Jalan Tol Becakayu atau Bekasi-Cawang-Kampung Melayu di ruas Jalan Inspeksi Kalimalang terjadi saat hujan lebat Kamis sore, 21 November 2019. Air terjun dadakan diduga disebabkan saluran pembuangan air di konstruksi jalan tol layang yang belum rampung itu bermasalah.

    Kepala Divisi III Waskita Karya selaku kontraktor Tol Becakayu, Dono Prawoto, belum bisa memastikan dugaan itu saat dihubungi Kamis malam. Dia mengaku tengah berkoordinasi untuk mencari tahu penyebab pasti dan melihat lebih jauh persoalan yang memicu kejadian itu.

    "Saya perlu kontak dulu (penanggung jawab proyek) biar saya tahu duduk persoalannya," kata Dono melalui pesan singkat.

    Air terjun dari Jalan Tol Becakayu terjadi di sekitar Simpang Jalan H Naman hingga Jalan KH Noer Alie Kalimalang, Kota Bekasi. Air terjun itu juga tampak di lintasan Kalimalang, tepatnya setelah Kota Bintang. 

    Pantauan di lokasi banjir terjadi di badan jalan mencapai ketinggian sekitar 90 sentimeter hingga merendam sebagian ban kendaraan. "Kalau tidak hati-hati bisa bahaya, sebab kucuran air cukup deras," kata salah satu warga Kota Bekasi yang melintas, Dimas (27).

    Ketinggin air terjun sekitar 15 meter. Air melimpas melalui pinggiran konstruksi jalan yang belum dilengkapi pembatas. 

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.