Tambah Kapasitas Angkut, PT KCI Tunggu 120 Unit Kereta dari Jepang

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Unit kereta jenis JR 205 asal Jepang yang sedang dalam proses make up di Dipo KRL Depok. Unit ini diubah tampilan fisiknya sebelum digunakan oleh PT KCI. Tempo/Ninis Chairunnisa

    Unit kereta jenis JR 205 asal Jepang yang sedang dalam proses make up di Dipo KRL Depok. Unit ini diubah tampilan fisiknya sebelum digunakan oleh PT KCI. Tempo/Ninis Chairunnisa

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia terus mendatangkan kereta dari Jepang untuk memperkuat armadanya. Sampai 2021, masih ada 120 unit kereta yang akan dikirim oleh JR East.

    "Kami mendatangkan 336 unit kereta secara bertahap. Ini masih ada 120 unit yang belum datang," kata Direktur Utama PT KCI Wiwit Widayanti di Dipo KRL Depok, Kamis, 21 November 2019.

    Menurut Wiwit, KCI baru menerima kiriman sekitar 80 unit kereta dari Jepang pada awal bulan ini. Saat ini, unit-unit kereta jenis JR 205 itu sedang menjalani proses make up dan sertifikasi sebelum beroperasi di Indonesia.

    Wiwit menjelaskan KCI sudah meneken kontrak dengan JR East sejak 2018. Kontrak itu berakhir pada 2021 setelah semua unit kereta yang dipesan tiba. "Pemesanan kereta juga termasuk dengan suku cadangnya," kata dia.

    Mulai 1 Desember 2019, PT KCI akan menambah perjalanan KRL sesuai dengan Grafik Perjalanan Kereta atau Gapeka 2019. Jumlah perjalanan yang semula sebanyak 945 perjalanan akan ditambah menjadi 1.057 perjalanan. Pada triwulan pertama, jumlah perjalanan akan ditambah menjadi 960 perjalanan.

    Untuk menerapkan Gapeka itu, Wiwit mengatakan akan ada sekitar 1.100 unit kereta yang dioperasikan. Dengan operasional yang baru, diperkirakan jumlah penumpang KRL yang saat ini berjumlah 900 ribu-an sehari bisa mencapai 1,5 juta sehari.

    Selain itu, kata Wiwit, KCI terus mengupayakan penambahan stamformasi atau SF menjadi 12 untuk menambah kapasitas angkut. "Pelan-pelan SF 8 kita kurangi dan tambah SF 12," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.