Heboh AKBP Benny Alamsyah, Nyabu dan Pose Bareng Vitalia Sesha

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AKBP Benny Alamsyah berfoto bersama Vitalia Sesha. Instagram/@vitaliashesya15

    AKBP Benny Alamsyah berfoto bersama Vitalia Sesha. Instagram/@vitaliashesya15

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama AKBP Benny Alamsyah mencuat setelah tersandung kasus narkoba. Mantan Kapolsek Kebayoran Baru itu kedapatan menyimpan 4 paket sabu di kantornya.

    Menurut catatan Tempo, bukan kali ini saja nama Benny dikaitkan dengan persoalan narkoba. Sekitar 4 tahun lalu, Benny sempat mendapat teguran dari Kapolda Metro Jaya, yang saat itu dijabat oleh Inspektur Jenderal Tito Karnavian.

    Tito memberikan teguran tersebut bukan tanpa alasan. Penyebabnya, Benny, yang saat itu menjabat Kapolsek Pademangan melakukan foto dengan model majalah pria dewasa, Vitalia Sesha, yang saat itu menjadi tersangka kasus narkoba. 

    Di foto itu,  Benny yang mengenakan seragam coklat duduk bersebelahan dengan Vitalia, yang kemudian diunggah ke media sosial. Dalam unggahan itu, Vitalia juga menyertakan keterangan soal Benny. 

    "With Kapolsek Pademangan Pak Benny, terima kasih Pak Benny. Alhamdulillah dilayanin dengan sangat bijak oleh Polsek Pademangan," kata Vitalia dalam foto tersebut. 

    Benny yang saat itu masih berpangkat Komisaris pun terkena teguran oleh Tito. "Kami berikan dia sanksi berupa teguran keras atas perbuatannya itu," kata Juru Bicara Polda Metro Jaya saat itu, Komisaris Besar M Iqbal kepada Tempo, Kamis, 16 Juli 2015.

    Menurut Iqbal, tingkah Kapolsek Pademangan berfoto dengan Vitalia Sesha itu melanggar etika kepolisian. Alasannya, saat itu dia berfoto dengan seseorang yang terduga melanggar hukum. Terlebih lagi, kata Iqbal, ekspresi wajah Komisaris Benny menunjukkan keakraban dengan Vitalita. "Tak etis melihat penegak hukum berpose dengan terduga pengguna narkoba," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.