Mobil Tabrak PKL di Kota Tua, Ini Kata Polisi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berjalan di trotoar yang menjadi lokasi berjualan pedagang kaki lima di kawasan Kota Tua, Jakarta, Sabtu, 20 April 2019. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Warga berjalan di trotoar yang menjadi lokasi berjualan pedagang kaki lima di kawasan Kota Tua, Jakarta, Sabtu, 20 April 2019. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta -Seorang pedagang asongan atau Pedagang Kaki Lima (PKL) tewas akibat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah mobil Land Cruiser hitam di Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

    Kanit Laka Polres Metro Jakarta Barat Ipda Suyudi membenarkan adanya kecelakaan di Kota Tua yang sempat terekam kamera CCTV itu.

    "Dua pedagang menjadi korban, satu pedagang meninggal dunia dan satu lagi mengalami luka," ujar Suyudi di Jakarta, Jumat, 22 November 2019.

    Suyudi mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB.

    Hasil keterangan sementara, diduga sopir kagok saat melintas di belokan Jalan Pintu Air Besar.

    "Sementara sopir mengaku kagok, harusnya ke kanan dia malah lurus," kata Suyudi.

    Saat ini sopir masih ditahan untuk dimintai keterangan. Sopir merupakan laki-laki berumur 41 tahun dan masih didalami kronologi kecelakaannya.

    Peristiwa tersebut menjadi viral dalam video sebuah mobil hitam menabrak para pedagang di Kota Tua .

    Video tersebut dibagikan oleh akun Instagram @ndorobeii yang diunggah Jumat, bersumber video dari akun warganet @tataaano.

    Dalam video terlihat sebuah mobil hitam melintas di Jalan Pintu Utara Besar persis depan Museum Bank Indonesia.

    Bukannya berbelok ke kiri, mobil tersebut terus lurus hingga menabrak sejumlah PKL yang biasa "mangkal" di pintu masuk Kota Tua.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?