Video Deputi Anies Baswedan Bentak Seniman di TIM Viral

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto (kiri) dan perwakilan Budayawan  Salim Said  (kedua kiri) memukul layar tanda dimulainya groundbreaking proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019. Revitalisasi TIM dilakukan tiga tahap dan ditargetkan dapat rampung Agustus 2021. ANTARA

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto (kiri) dan perwakilan Budayawan Salim Said (kedua kiri) memukul layar tanda dimulainya groundbreaking proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019. Revitalisasi TIM dilakukan tiga tahap dan ditargetkan dapat rampung Agustus 2021. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Diskusi yang digelar antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diwakilkan seorang deputi Gubernur Anies Baswedan dengan sejumlah seniman di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 23 November 2018, berakhir ricuh. Diskusi dengan tema 'PKJ-TIM Mau Dibawa Kemana?' itu sejatinya membahas proyek revitalisasi TIM. 

    Video kericuhan tersebut diunggah dan beredar secara berantai di media sosial. Tampak di dalamnya, kericuhan terpicu saat Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Pariwisata dan Kebudayaan, Dadang Solihin, bangkit dari tempat duduknya dan melontarkan ucapan dengan nada tinggi: "Mau tidak berdiskusi, mau tidak berdiskusi?"

    Seorang peserta yang tidak terima langsung merespons ucapan Dadang. "Woy jangan galak-galak," katanya. Peserta lain juga menimpali, "Tidak bisa pejabat kayak anda begitu." Para peserta balik menekan sang deputi gubernur. "Ini bukan orde baru ya. Jangan macam-macam," seru yang lain.

    Dadang pun merendahkan nada suaranya sambil memberi klarifikasi, "Saya tidak marah, tidak marah." Dadang pun mendekati peserta dan mencoba merangkulnya. Namun, peserta menolak dirangkul Dadang dan seorang peserta membawa pejabat DKI itu menjauh dari peserta yang didekatinya. Peserta lainnya pun mengajak untuk membubarkan diskusi tersebut. "Bubar. Bubar."

    Perwakilan aktivis TIM, Radhar Panca Dahana, melalui keterangan tertulis yang dibagikannya kemudian, menyatakan menentang adanya pembangunan hotel bintang lima di TIM hasil revitalisasi. Menurutnya, Taman Ismail Marzuki adalah rumah bagi para seniman.

    "Kita harus pertahankan! Bagaimana hubungannya, membangun kebudayaan dengan membangun hotel bintang lima di TIM ini. Itu kebudayaan koplok!" kata dia.

    Petugas berjalan di kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa, 13 November 2018. Pemprov DKI Jakarta melakukan revitalisasi kawasan Taman Ismial Marzuki (TIM) dengan total biaya Rp1 triliun. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Radhar berpendapat, rencana pemerintah mau membangun hotel di pusat kesenian merupakan tindakan pembunuhan terhadap budaya dan ruang kesenian. "Sedangkal itukah pemahaman tentang kesenian dan kebudayaan?," katanya sambil menambahkan, "Ya. Kalau begini, jangankan Gubernur, Presiden pun kita lawan!”

    Selain Radhar Panca Dahana, tokoh lain yang hadir dalam diskusi itu adalah Taufiq Ismail, Abdul Hadi WM, Taufik Azhar, selain juga anggota Komisi B DPRD DKI.

    Tempo masih mencoba menghubungi Dadang untuk mencari konfirmasi atas viralnya video pertemuan membahas revitalisasi Taman Ismail Marzuki itu. hingga artikel ini disiapkan, Dadang belum merespons pesan dan sambungan telepon.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.