Kebakaran Sekolah, Pemda Bekasi Sumbang Meubelair ke SMK Yadika 6

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berusaha memadamkan api yang membakar gedung SMK Yadika 6, di Jatiwaringin, Senin, 18 November 2019. ANTARA

    Petugas berusaha memadamkan api yang membakar gedung SMK Yadika 6, di Jatiwaringin, Senin, 18 November 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi membantu meubelair tiga ruang kelas SMK Yadika 6 untuk sekolah itu bisa segera memulai kembali kegiatan belajar mengajar Senin 25 November 2019. Kebakaran sekolah terdiri dari empat lantai tersebut telah memutus aktivitas belajar-mengajar sejak sepekan lalu. 

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah, mengatakan bantuan dalam bentuk hibah. Meubelair diarahkan ke ruang aula di Gedung B atau persis di sebelah Gedung C SMK Yadika 6 yang ludes terbakar. "Bantuan dalam bentuk hibah, nilainya sesuai kemampuan kami," kata Inay di Bekasi, Minggu 24 November 2019.

    Inay mengatakan, jika dirupiahkan bantuan tersebut setara Rp 240 juta. Sejauh ini bantuan dalam bentuk hibah tersebut masih dalam proses administrasi. "Mudah-mudahan secepatnya terealisasi supaya bisa segera dipakai," ujar Inay.

    Kondisi gedung SMK Yadika 6 pasca-kebakaran di Jatiwaringin, Selasa, 19 November 2019. Akibat kejadian tersebut, pihak sekolah meliburkan semua murid selama tiga hari. ANTARA

    Kebakaran sekolah itu terjadi pada Senin, 18 November lalu pukul 15.30 WIB. Sampai sekarang belum diketahui penyebabnya. Tim forensik Polri telah turun tangan untuk menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.

    Ketika gedung empat lantai mulai terbakar, masih ada aktivitas kegiatan belajar mengajar. Akibatnya, belasan siswa dan guru di sekolah tersebut mengalami luka-luka. Mereka yang terluka karena nekat melompat dari lantai tiga gedung setelah terjebak di dalam ruang kelas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.