Mulai 1 Desember, PT KAI: Kereta ke Jawa dari Karawang Bertambah

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kereta Api Indonesia. Getty Images

    Ilustrasi Kereta Api Indonesia. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Kereta Api Indonesia atau PT KAI akan memberlakukan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) terbaru per 1 Desember 2019. Gapeka terbaru ini akan membuat perjalanan kereta api yang melintas dan berhenti di Stasiun Karawang bertambah.

    "Bila pada Gapeka 2017 stasiun Karawang hanya melayani 4 KA Jarak Jauh (KA Jayabaya dan Singasari), kini dengan Gapeka 2019 akan bertambah 6 KA yang berhenti dan melayani naik-turun penumpang. Yaitu KA Serayu, Jaka Tingkir dan Tawangjaya Premium," ujar Executive Vice President Daop 1 Jakarta Dadan Rudiansyah dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 24 November 2019.

    Dengan 10 kereta yang akan berhenti di Karawang, Dadan berharap kebutuhan masyarakat setempat yang ingin menuju Jakarta serta kota lain di Pulau Jawa dan sebaliknya dapat terakomodir. Menurut Dadan, kereta api telah menjadi sarana andalan masyarakat setempat.

    Selain menambah jumlah kereta yang singgah di Karawang, Dadan menjelaskan Gapeka 2019 juga akan membuat jadwal perjalanan kereta berubah, bertambah jumlah kereta baru, serta bertambahnya waktu tempuh dan layanan naik-turun penumpang di stasiun.

    “Kami mengimbau kepada calon penumpang KA dengan keberangkatan 1 Desember 2019 dan seterusnya agar memerhatikan lagi jadwal yang tertera di tiket untuk keberangkatan dari Stasiun Karawang. Karena baru diberlakukan menggunakan Gapeka 2019, kami berharap calon penumpang tidak tertinggal kereta," ujar Dadan.

    Untuk informasi lebih lanjut, Dadan mengimbau agar para pengguna mengakses informasi perjalanan kereta api melalui saluran resmi milik PT KAI (Persero), antara lain aplikasi KAI Access, website resmi kai.id, Contact Center 121 line (021)121, layanan pelanggan cs@kai.id, dan sosial media @keretaapikita.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.