Kasus Penistaan Agama, Pelapor Sukmawati Diperiksa Hari Ini

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sukmawati Soekarnoputri saat menggelar jumpa pers mengenai polemik puisinya yang bertajuk 'Ibu Indonesia' di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu, 4 April 2018. Pada puisi bertajuk Ibu Indonesia yang dibacakannya dalam acara '29 Tahun AnneAvantieBerkarya di Indonesia FashionWeek 2018', Sukmawati membandingkan azan dengan kidung dan cadar dengan konde. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    Sukmawati Soekarnoputri saat menggelar jumpa pers mengenai polemik puisinya yang bertajuk 'Ibu Indonesia' di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu, 4 April 2018. Pada puisi bertajuk Ibu Indonesia yang dibacakannya dalam acara '29 Tahun AnneAvantieBerkarya di Indonesia FashionWeek 2018', Sukmawati membandingkan azan dengan kidung dan cadar dengan konde. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya dijadwalkan memanggil pelapor kasus dugaan penistaan agama oleh Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri hari ini, Senin, 25 November 2019 sekitar pukul 14.00. Pelapor tersebut adalah Ratih Puspa Nusanti yang merupakan salah anggota Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi).

    "Kami dari Korlabi akan mendampingi memenuhi panggilan pemeriksaan pelapor Ibu Ratih," kata Sekretaris Jenderal Korlabi Novel Bamukmin saat dikonfirmasi Tempo, Senin, 25 November 2019.

    Sukmawati Soekarnoputri dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas ucapannya yang dianggap membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden Republik Indonesia pertama Soekarno. Ucapan itu disampaikan Sukmawati dalam forum diskusi bertema 'Bangkitkan nasionalisme, bersama kita tangkal radikalisme, dan berantas terorisme' di gedung Tribrata, Darmawangsa, Jakarta Selatan pada Senin, 11 November lalu.

    Laporan Ratih terdaftar dengan nomor LP/7393/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum pada 15 November lalu. Sukmawati dilaporkan dengan dugaan melanggar Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP.

    Sukmawati sendiri telah membantah menista Nabi Muhammad. Ia mengatakan ucapan yang membandingkan Muhammad dengan ayahnya itu disampaikan dalam konteks perjuangan kemerdekaan Indonesia. "Saya kan hanya bertanya, konteksnya sama sejarah Indonesia dalam kemerdekaan, masak begitu saja jadi masalah?," ujarnya kepada Tempo pada Sabtu, 16 November 2019.

    Ia mengaku bercerita tentang sejarah awal abad ke-20 di mana nasionalisme mulai berkembang di tanah air. Sukmawati mengaku menyampaikan perjuangan para pahlawan merebut kemerdekaan Indonesia. Tujuannya, kata dia, untuk menguji pengetahuan sejarah peserta forum, khususnya kepada generasi muda. "Siapa yang berjuang, ya pastinya di abad ke-20 nabi kan sudah gak ada," ujar Sukmawati.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.