Enam Kelurahan di Jakarta Timur Ini Rawan Banjir di Musim Hujan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak bermain di genangan air yang merendam pemukiman penduduk di kawasan Kampung Makasar, Jakarta Timur, Selasa siang, 30 April 2019. Banjir tersebut akibat luapan kali Cipinang. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Anak-anak bermain di genangan air yang merendam pemukiman penduduk di kawasan Kampung Makasar, Jakarta Timur, Selasa siang, 30 April 2019. Banjir tersebut akibat luapan kali Cipinang. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Jakarta Timur M Anwar mengatakan permukiman penduduk di enam kelurahan di Kecamatan Jatinegara berstatus rawan banjir pada musim hujan tahun ini.

    "Tentunya kita tidak berharap adanya banjir. Tapi kami akan selalu siap siaga jika terjadi bencana," kata Anwar di Jakarta, Senin sore, 25 November 2019.

    Enam kawasan rawan banjir itu di antaranya Kelurahan Kampung Melayu di Jalan Kebon Pala II RW 04 dan RW 05, Jalan Tanah Rendah RW 07 dan RW 08.

    Selanjutnya di Kelurahan Bidara Cina di Jalan Setia RW 02, Jalan Mangga RW 03, Jalan Tanjung Tengkong RW 06 dan RW 07, Jalan Baiduri Bulan RW 011, Gang Keamanan RW 012, Jalan Inspeksi Ciliwung RW 014, Jalan Kebon Sayur RW 015 dan Jalan Rusunawi RW 016.

    Kamudian Kelurahan Cipinang Muara tepatnya berlokasi di Jalan Cipinang Bali RW 013, Kelurahan Rawa Bunga di RW 04, RW 05 dan RW 06. Lalu Kelurahan Cipinang Besar Selatan di RW 01 dan RW 02 dan Kelurahan Cipinang Cempedak di RW 07 dan RW 08.

    Anwar mengatakan kawasan rawan banjir tersebut mayoritas dilintasi oleh aliran sungai serta sebagian mengalami kerusakan pada saluran air. "Alhamdulilah semua petugas siap, dan semua peralatan juga lengkap. Tentunya seluruh petugas posko bencana di wilayah Jakarta Timur harus siap siaga antisipasi bencana banjir," kata dia.

    Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak membuang sampah ke kali dan saluran air sebab bisa memperparah dampak banjir. "Saya harapkan Lembaga Musyawarah Kelurahan, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat dan para ketua RT/RW, bersama lurah dan camat untuk mengingatkan warganya supaya jangan buang sampah sembarangan," kata Anwar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?