Soal Hotel Bintang Lima di TIM, Fraksi PDIP Dorong Investigasi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Planetarium dan Observatorium, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat, 26 Juli 2019.  TEMPO/Muhammad Hidayat

    Gedung Planetarium dan Observatorium, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat, 26 Juli 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI, Gembong Warsono, menyatakan bakal mendorong legislator menelusuri rencana pembangunan hotel bintang lima di dalam rencana revitalisasi kawasan Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Sebab rencana awal revitalisasi TIM tidak tertuang rencana pembangunan hotel mewah tersebut.

    "Saya akan mendorong teman-teman di Komisi B dan E untuk menelusuri secara detail masalah ini," kata Gembong saat dihubungi, Senin, 25 November 2019. "Teman-teman di DPRD sudah ditugaskan untuk menginvestigasi pembangunan hotelnya."

    Ia menuturkan desain awal revitalisasi dari hasil sayembara tidak ada rencana pembangunan hotel. Rencana pembangunan hotel tersebut diduga diusulkan oleh pemerintah.

    Menurut Gembong, keberadaan hotel bisa menggerus marwah TIM sebagai pusat kesenian dan kebudayaan. "PDIP menolak pembangunan hotel di kawasan TIM. Kalau revitalisasinya kami dukung," ujarnya. "Revitalisasi kami dukung agar akar budaya tidak luntur."

    Corporate Secretary PT Jakarta Propertindo atau Jakpro Hani Sumarno membenarkan rancangan awal hasil sayembara tidak ada hotel dalam rencana revitalisasi TIM. Pembangunan hotel diusulkan setelah adanya pembahasan dan evaluasi hasil desain sayembara yang dimenangkan Andra Matin. "Jadi hotel itu hasil meramu dari desain yang menang di sayembara," ujarnya.

    Hani mengatakan selama ini pengembangan kegiatan kesenian dan kebudayaan di TIM, didukung dari subsidi pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI. Dengan dibangunnya hotel tersebut nantinya kegiatan di TIM tidak lagi membebankan APBD DKI.

    "Selama ini menggantungkan subsidi atau APBD, itu tidak bisa ngejar industri yang sudah sangat berkembang," kata Hani saat dihubungi, Ahad, 24 November 2019.

    Ia menuturkan kawasan Taman Ismail Marzuki ditargetkan bakal menjadi pusat kesenian di Asia. Untuk itu, pemerintah berupaya membangun kawasan tersebut dengan berbagai fasilitasnya.

    Hotel yang bakal dibangun pemerintah, kata dia, juga bakal bisa dimanfaatkan untuk pameran kesenian. Sebab, hotel yang dibangun bakal dilengkapi fasilitas itu."Karya seniman bisa ditampilkan dan menjadi bagian dari fasilitas serta sarana pameran," ujarnya. "Uang dari pengelolaan fasilitas hospitality itu kan setelah dikurangi operasional akan dikembalikan untuk seniman juga."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.