Video Viral Pria Berjilbab Digerebek di Bekasi, Ini Faktanya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pencurian atau pembobolan rumah. shutterstock.com

    Ilustrasi pencurian atau pembobolan rumah. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Bekasi - Sebuah video warga menangkap orang berjilbab viral di media sosial. Lokasinya berada di Desa Setia Mulya, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Orang berjilbab dalam video viral itu disebut pria yang menyamar untuk memuluskan aksi pencurian.

    Kepala Polsek Tarumajaya Ajun Komisaris Yudho Anto Hutri membenarkan adanya penangkapan orang berjilbab tersebut. Menurut dia, peristiwa itu terjadi pada Selasa, 19 November lalu di rumah H. Azmi RT 02 RW 05 sekitar pukul 16.30.

    "Ada orang tak dikenal (perempuan) dengan sengaja masuk kedalam kamar rumah Bapak H. Azmi," kata Yudho, Selasa, 26 November 2019.

    Yudho menampik bahwa orang berjilbab tersebut adalah laki-laki seperti yang viral di media sosial. Menurut dia, penghuni rumah yang sedang tidur di kamar terjaga ketika mendengar suara berisik perempuan itu.

    "Kaget terbangun melihat perempuan tak dikenal tersebut sedang mencari sesuatu di kolong tempat tidur," kata Yudho.

    Secara spontan, pemilik rumah berteriak minta tolong dan akhirnya sejumlah orang berdatangan. Karena banyaknya massa, kemudian perempuan tak dikenal tersebut dibawa oleh anggota piket Polsek Tarumajaya ke kantor polisi.

    "Tidak ada barang bukti apapun yang diambil oleh si pelaku, baik itu uang, emas, atau barang berharga lainnya, dan Korban pun telah mengecek dan memeriksa bahwa tidak ada barang yang hilang," kata Yudho.

    Karena itu, perkara pencurian tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Pelaku sendiri mengaku khilaf karena kehabisan uang. "Pelaku didampingi suaminya," kata Yudho.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.