Polisi: Penodong Bersenjata Tajam Incar WNA di Pasar Gembrong

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penodongan atau perampokan dengan senjata tajam/pisau. Shutterstock

    Ilustrasi penodongan atau perampokan dengan senjata tajam/pisau. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur mengungkapkan pelaku kriminal penodongan bersenjata tajam di Pasar Gembrong, Jatinegara, kerap mengincar korban dari kalangan warga negara asing atau WNA.

    "Salah satu korbannya adalah WNA asal Yaman berinisial ASH yang terjadi pada 16 September 2019," kata Kapolrestro Jakarta Timur AKBP Arie Adrian di Jakarta, Rabu pagi, 27 November 2019.
     
    Pelaku berjumlah dua orang berinisial AK alias Boy dan WA alias Sarap kerap beraksi pada saat pasar mulai sepi pada malam hari. Mereka berkeliling pasar ke sejumlah lokasi yang sepi untuk mengincar korban dari kalangan masyarakat sekitar maupun WNA.
     
    "Saat bertemu korban, modus awalnya AK menjual harmonika seharga Rp 30 ribu, tidak lama kemudian WA menghampiri dan mengalungkan celurit ke leher korban," katanya.
     
    Pelaku mengancam korban untuk tidak berteriak sembari meminta mereka mengeluarkan sejumlah barang berharga seperti dompet, perhiasan, ponsel, hingga uang tunai. "Selanjutnya korban ditinggal," kata Arie.
     
    Berdasarkan laporan polisi, kedua pelaku ditangkap sepekan kemudian di kawasan Jatinegara. "Pelaku saat ini sedang proses persidangan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Timur," katanya.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.