Satpol PP Bobol Bank DKI, Polda Metro Jaya Bongkar Modusnya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mesin ATM (Pixabay.com)

    Ilustrasi mesin ATM (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Polda Metro Jaya mengungkap modus pembobolan Bank DKI oleh sejumlah anggota Satpol PP yang berawal dari penarikan uang di mesin ATM Bersama. Meski uang ditarik tapi saldo rekening pelaku hanya berkurang Rp 4.000.

    Pelaku kemudian mengeksploitasi kebocoran tersebut dengan terus menarik uang. Bahkan menyebarkan celah tersebut kepada rekan-rekannya.

    "Modus operandinya adalah mengambil uang di ATM Bersama sesuai dengan apa yang diinginkan. Kemudian yang terpotong dalam rekeningnya itu Rp4000," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Rabu 27 November 2019.

    Hal itu terus dilakukan oleh para pelaku sejak April hingga Oktober 2019.

    Dikonfirmasi secara terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan mengatakan awal pembobolan Bank DKI berawal dari ketidaksengajaan.

    "Awalnya tidak sengaja, sebagai orang yang berpendidikan harusnya mengetahui ini salah. Kalau mengambil uang di ATM kan harusnya berkurang, kalau tidak berkurang seharusnya lapor, tetapi dia tidak dan mengambil terus," kata Iwan.

    Salah satu pelaku bahkan membuat rekening Bank DKI atas nama rekannya yang juga anggota Satpol PP DKI. Kartu ATM atas nama temannya itu kemudian digunakan untuk membobol rekening Bank DKI.

    "Kemudian ada upaya membuat ATM lain, suruh beberapa temannya buat ATM, dikasih uang, terus ATM-nya dipinjam, terus ambil di ATM itu. Jadi mens rea-nya (niat jahat) di situ," ujarnya.

    Sebelumnya, Bank DKI Jakarta melaporkan kasus dugaan pembobolan ATM oleh 12 oknum anggota Satpol PP ke kepolisian.

    Awalnya, mereka diduga mengambil Rp32 miliar secara bertahap dengan saldo rekeningnya di Bank DKI tak berkurang. Seiring perkembangan, pihak Kepolisian menduga total kerugian Rp50 miliar.

    Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah memeriksa 41 orang yang diduga ikut melalukan pembobolan Bank DKI. Dari 41 orang tersebut, 13 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan 28 lainnya masih berstatus saksi. Polisi menyebut tak semua tersangka adalah anggota Satpol PP.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?