Soal Reuni PA 212, Kapolda Imbau Jangan Ada Provokasi

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif usai acara Dzikir dan Munajat Akbar Mujahid 212 di Masjid Agung Sunda Kelapa pada Ahad, 13 Oktober 2019. Tempo/Adam Prireza

    Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif usai acara Dzikir dan Munajat Akbar Mujahid 212 di Masjid Agung Sunda Kelapa pada Ahad, 13 Oktober 2019. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlalu membesar-besarkan kegiatan Reuni Persatuan Alumni 212 atau PA 212 di Monas, Jakarta Pusat, Senin pekan depan. Menurut Gatot, acara itu hanya kegiatan keagamaan biasa.

    "Kami juga mengimbau kegiatan ini kepada teman-teman, mengikuti kegiatan yang kondusif, tidak ada provokasi-provokasi dan lainnya, sehingga suasana sudah aman," ujar Gatot di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 28 November 2019.

    Gatot menjelaskan pihaknya akan mengamankan acara tersebut. Akan tetapi, ia tak akan menerjunkan pengamanan khusus.

    "Kami akan terus amankan dan koordinasi dengan panitia," kata dia.

    Reuni PA 212 tahun ini rencananya digelar pada 2 Desember 2019 di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Kali ini, massa membawa agenda tuntutan terhadap Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri atas dugaan tindak pidana penistaan agama yang telah membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden Soekarno.

    Di gelaran perdana gerakan ini pada Desember 2016 lalu, massa menuntut pemidanaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas dugaan tindak pidana penistaan agama. Gerakan ini kemudian berkelanjutan hingga menjadi pendukung calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

    Namun, dalam perhelatannya kali ini, Aksi PA 212 mendapat penolakan dari sejumlah masyarakat. Hal ini terlihat dari petisi online di laman change.org yang yang menolak penyelenggaraan reuni PA 212. Hingga Kamis siang, 28 November 2019, sudah terkumpul 2,372 tanda tangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.