Kisah Air Mata Ciputra dan Pelatihan Untuk Buruh Migran

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di tempat persemayaman almarhum Ciputra di Artepreneur Ciputra World 1, Jakarta, Kamis, 28 November 2019. Jenazah taipan properti Indonesia ini meninggal dalam usia 88 tahun, Rabu kemarin, 27 November 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Suasana di tempat persemayaman almarhum Ciputra di Artepreneur Ciputra World 1, Jakarta, Kamis, 28 November 2019. Jenazah taipan properti Indonesia ini meninggal dalam usia 88 tahun, Rabu kemarin, 27 November 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Senior Director Group Ciputra, Tanan Herwandi Antonius, menceritakan salah satu kenangan paling mengharukan yang dia miliki bersama dengan pendiri perusahaan tempat dia bekerja, Ir. Ciputra. Cerita tersebut merupakan awal mula bagaimana Group Ciputra akhirnya terjun ke dunia sosial pelatihan untuk buruh migran di luar negeri.

    Menurut Antonius, kisah itu bermula ketika dia dan Ciputra bertemu dengan seorang awak media dari Kompas. Dia sudah mempersiapkan beberapa bahan untuk disampaikan dalam pertemuan tersebut.

    Salah satunya adalah foto yang menampilkan seorang buruh migran di Malaysia. Dalam foto itu tampak si buruh migran mencoba melarikan diri dari lantai 15 sebuah apartemen. Sayangnya, buruh migran tersebut justru tergantung di lantai 12.

    "Pak Ci (sapaan akrab Ciputra) meneteskan air mata. Kami semua kaget," kata Antonius saat konferensi pers di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 28 November 2019.

    Sejak saat itu, dia melanjutkan, Ciputra Group memutuskan melatih buruh migran di pelbagai negara. Menurut dia, aktivitas ini sudah berjalan selama delapan tahun yang berlanjut hingga kini.

    Antonius tak merinci bentuk pemberdayaan buruh migran yang mereka lakukan. Hanya saja, tambah dia, Ciputra Grup pernah bekerja sama dengan Bank Mandiri untuk menjalankan pemberdayaan tersebut.

    "Sehingga pernah melatih buruh migran di Malaysia, Singapura, Hongkong, sampai di Korea," ucap dia.

    Ciputra meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Singapura pada 27 November 2019 pukul 01.05 waktu setempat. Dia meninggal lantaran usia tuanya yang sudah menginjak 88 tahun. Pria lulusan Institut Teknologi Bandung itu dirawat selama 42 hari sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Jenazahnya akan dimakamkan di tempat pemakaman keluarga, Citra Indah Jonggol, Bogor pada Kamis, 5 Desember 2019.

    Sejumlah proyek yang dikembangkan Ciputra, yaitu Taman Impian Jaya Ancol, Pondok Indah, kawasan Bumi Serpong Damai, Pantai Indah Kapuk, Perumahan Kedoya Garden, Wesling Apartment, Perumahan Kembangan Baru, Green Court Residences, CREA Resort Office Bali, Bintaro, Ciputra World II dan sejumlah mal lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.