Ini Alasan Ciputra Tak Disemayamkan di Kediamannya

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kerabat memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Ciputra di Artepreneur Ciputra World 1, Jakarta, Kamis, 28 November 2019. Rencananya jenazah akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Citra Indah, Jonggol. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kerabat memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Ciputra di Artepreneur Ciputra World 1, Jakarta, Kamis, 28 November 2019. Rencananya jenazah akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Citra Indah, Jonggol. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Jenazah Ir. Ciputra tak disemayamkan di kediamannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Pendiri perusahaan properti Ciputra Group tersebut justru disemayamkan di Gedung Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan.

    Anak pertama Ciputra, Rina Ciputra Sastrawinata, menyatakan mereka memilih menyemayamkan jenazah sang ayah di gedung tersebut bukan tanpa alasan. Menurut dia, gedung Ciputra Artpreneur dekat dengan hati sang ayah yang mencintai dunia kesenian.

    "Ini merupakan rumah beliau karena memang kami semua merasa ayah kami senang dapat disemayamkan di dalam rumahnya sendiri," kata Rina saat konferensi pers di lantai P12 Ciputra Artpreneur, Kamis, 28 November 2019.

    Gedung Ciputra Artpreneur memang merupakan salah satu pusat seni yang ada di Jakarta. Di dalam gedung tersebut, terdapat ruangan yang digunakan sebagai museum untuk memajang berbagai koleksi lukisan dan patung yang dimiliki oleh Pak Ci, sapaan Ir. Ciputra.

    Selain sebagai museum, terdapat pula ruangan teater berstandar internasional dengan kapasitas sekitar 1100 kursi. Pertunjukan tari, teater hingga musik kerap digelar di teater tersebut.

    Peti jenazah Ciputra sendiri ditempatkan di lantai P13 Gedung Ciputra Artpreneur. Peti coklat itu terletak di sisi ujung ruangan. Di tengah ruangan dipenuhi kursi-kursi berbalutkan kain hitam. Ada juga makanan ringan sebagai jamuan tamu yang hadir.

    Sementara itu, pemandangan berbeda tampak di lantai P12 gedung yang sama. Di setiap sudut ruangan ini penuh bunga-bunga lengkap dengan ucapan belasungkawa. Beberapa pejabat yang telah melayat di antaranya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi,

    Rina berujar, Ciputra mendukung aktivitas di bidang seni dan kreativitas. Bahkan, dia melanjutkan, Ciputra bercita-cita menjadi seniman apabila tidak menjadi seorang arsitek.

    Menurut dia, Ciputra memaknai bahwa seniman haruslah memiliki jiwa wiraswasta. Karena itulah Ciputra Artpreneur dibangun sebagai salah satu bentuk corporate social responsibility (CSR) yang disiapkan untuk mengajar para artis, seniman, dan kalangan profesional belajar berwirausaha.

    "Art (seni) dalam hal bukan pure art tapi kreativitasnya yang ayah kembangkan dan kemudian sesudah bisa berkreatif tentu bagaimana caranya supaya bisa menghasilkan uang," ujar Rina.

    Ciputra selaku Chairman dan Pendiri Ciputra Group meninggal dunia di Singapura pada 27 November 2019 pukul 01.05 waktu setempat. Dia meninggal lantaran usia tuanya yang sudah menginjak 88 tahun.

    Ciputra dirawat di salah satu rumah sakit Singapura selama 42 hari. Jenazahnya akan dimakamkan di tempat pemakaman keluarga, Citra Indah Jonggol, Bogor pada Kamis, 5 Desember 2019.

    Adapun sejumlah proyek yang dikembangkan Ciputra, yaitu Taman Impian Jaya Ancol, Pondok Indah, Bumi Serpong Damai, Pantai Indah Kapuk, Perumahan Kedoya Garden, Wesling Apartment, Perumahan Kembangan Baru, Green Court Residences, CREA Resort Office Bali, Bintaro, Ciputra World II dan sejumlah mal lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?