Mayat dalam Koper Diduga WNA, Polisi Koordinasi dengan Kemenlu

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polres Bogor merilis sketsa wajah korban kasus mayat dalam koper di Mapolres Bogor, Cibinong, Kamis 28 November 2019. Dok. Humas Polres Bogor

    Polres Bogor merilis sketsa wajah korban kasus mayat dalam koper di Mapolres Bogor, Cibinong, Kamis 28 November 2019. Dok. Humas Polres Bogor

    TEMPO.CO, Bogor - Kepolisian Resor Bogor akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri terkait kasus mayat dalam koper yang ditemukan di Kampung Teluk Waru, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor Ajun Komisaris Benny Cahyadi mengatakan korban memiliki postur tubuh lebih tinggi dari rata-rata, yaitu 183 sentimeter. Sehingga timbul kemungkinan bahwa korban merupakan warga negara asing.

    "Terkait autopsi dan hasil visum luar bahwa dari badan memang berbeda dengan warga Indonesia. Kita juga sudah berkordinasi dengan kedutaan besar dan Kementerian Luar Negeri," kata Benny di Polres Bogor, Kamis, 28 November 2019.

    Benny mengatakan Polres Bogor tengah mencari informasi dari Kementerian Luar Negeri terkait laporan-laporan warga asing yang hilang di Indonesia. Mereka bahkan sempat mencocokkan ciri-ciri korban dengan beberapa WNA yang hilang tapi sama sekali tidak menemukan kesamaan.

    "Mencocokkan mulai dari bentuk tubuh, kemudian ciri-ciri dan perjalanan bersangkutan itu dimana ternyata tidak menemukan kesamaan, sampai saat ini kita juga mengalami hambatan terkait identitas korban," kata Benny.

    Benny mengatakan hasil dari autopsi mayat yang usianya diperkirakan 40 tahun itu menunjukkan adanya luka bekas pukulan benda tumpul di bagian kepala belakang. Kemudian ada bekas sekapan di bagian mulut korban. Saat ditemukan, kondisi mayat dalam koper dan membusuk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.