Anies Baswedan Akan Evaluasi Pembangunan Hotel di TIM

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokasi pembangunan hotel atau Wisma TIM di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, 26 November 2019. Pembangunan hotel menjadi bagian dari rencana revitalisasi kawasan TIM yang ditargetkan rampung pada 2021. Tempo/Imam Hamdi

    Lokasi pembangunan hotel atau Wisma TIM di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, 26 November 2019. Pembangunan hotel menjadi bagian dari rencana revitalisasi kawasan TIM yang ditargetkan rampung pada 2021. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan akan mengevaluasi pembangunan hotel di kawasan Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, setelah mendapatkan banyak penolakan dari seniman. Sebelumnya DPRD DKI Jakarta juga memotong anggaran revitalisasi TIM di rancangan APBD DKI 2020.

    Menurut Anies, revitalisasi pusat kesenian dan kebudayaan, yang di dalamnya terdapat pembangunan hotel yang disebutnya sebagai Wisma TIM itu sampai sekarang masih dilakukan pembahasan.

    "Masih di dalam pembahasan semuanya, nanti tunggu sampai R-APBD," kata Anies usai mengikuti upacara Hari Korpri di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat, 29 November 2019. "Semuanya saya evaluasi."

    Sebelumnya, Menurut Anies, keberadaan hotel di dalam kawasan tersebut bakal menjadi wisma untuk tamu yang berkunjung ke TIM.

    "Sebenernya sudah hampir setahun yang lalu itu di sampaikan. Itu juga cukup panjang (perencanaannya)," kata Anies di Hotel Biro, Senin malam, 25 November 2019.

    Anies mengatakan pemerintah berencana membangun kawasan TIM, bukan hanya untuk pertunjukan seni dan budaya maupun tempat pertemuan saja. Kawasan TIM juga bakal dibangun penginapan untuk menampung seniman yang datang baik dari berbagai wilayah di dalam negeri maupun mancanegara.

    Dengan keberadaan hotel tersebut, maka tamu yang datang ke TIM tidak perlu mencari penginapan di luar kawasan itu. "Karena memang ini sebagai ekosistem. Wisma untuk seniman itu pun dirancang nantinya menjadi tempat yang bernuansa kegiatan Kebudayaan."

    Menurut Anies, selama ini wisatawan dan seniman yang datang ke TIM, mencari penginapan di luar kawasan tersebut. Keberadaan hotel tersebut nantinya bakal menangkap peluang bisnis penginapan di TIM.

    Sebab, kata Anies, mencontohkan, wisatawan atau seniman yang datang ke TIM bakal mencari akomodasi. "Pilihannya mau diinapkan dimana mereka. Mau diinapkan diluar atau di dalam," ujarnya. "Justru paket dukungan itu harus lengkap."

    Menurut Anies, jika revitalisasi TIM hanya mendukung sarana pementasan tanpa adanya fasilitas penginapan yang baik pembangunannya akan kurang lengkap. Sebab, seniman maupun wisatawan yang datang bakal mencari penginapan di luar.

    "Persoalannya di sana mereka mau diinapkan di dalam wisma dalam komplek kebudayaannya atau dipisah. Atau difasilitasi sehingga hidup lingkungan itu," ujarnya.

    Dengan revitalisasi ini, Anies berharap kawasan TIm bisa menjadi pusat kesenian dan kebudayaan yang mempunyai level di tingkat nasional dan internasional. "Kami ingin di tempat ini jadi salah satu simpul ekosistem kebudayaan kita," ucapnya.

    Sejumlah pegiat seni menolak rencana pembangunan hotel di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Imam Ma'aruf salah satunya. Menurut dia, tidak ada kegentingan untuk membangun hotel di kawasan pusat kesenian dan kebudayaan itu.

    "Apa pasalnya (bangun hotel), dikhawatirkan kalau sudah ada hotel bintang lima di sana ada komersialisasi TIM-nya itu," kata Imam saat dihubungi, Ahad, 24 November 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.