Kasus Penyebaran Hepatitis A, Depok Naikkan Status Jadi KLB

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dinkes Kota Depok dan Komisi D DPRD Kota Depok saat kunjungan ke SMPN 20 pasca merebaknya virus Hepatitis A, Jumat, 29 November 2019. TEMPO/Ade Ridwan

    Dinkes Kota Depok dan Komisi D DPRD Kota Depok saat kunjungan ke SMPN 20 pasca merebaknya virus Hepatitis A, Jumat, 29 November 2019. TEMPO/Ade Ridwan

    TEMPO.CO, Depok – Pemerintah Kota Depok akhirnya menaikkan status penyebaran kasus virus hepatitis A menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) dari sebelumnya KLB Parsial.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengatakan peningkatan status KLB itu dikarenakan hingga hari ini, virus hepatitis A masih terus menjangkiti siswa SMPN 20 Kota Depok, “Dan berdasarkan data kami, juga penyebaran bukan hanya di SMPN 20 saja tapi telah menyebar, makanya kami tetapkan status KLB,” kata dia saat melakukan kunjungan ke SMPN 20, Jumat, 29 November 2019.

    Dengan adanya penetapan status KLB tersebut, kata Novarita, pihaknya menyediakan anggaran khusus dalam penanganan virus hepatitis A itu. “Jadi selama masa KLB ini, bagi masyarakat kota Depok yang positif terjangkit virus hepatitis A, seluruh biaya perawatannya ditanggung Pemkot Depok,” ujarnya.

    Novarita mengatakan status KLB kasus hepatitis A ini berlangsung mulai dari 20 November 2019 hingga 20 Januari 2019.

    Menurut Novarita, pihaknya pun telah menyebar surat keterangan kewaspasdaan dini kepada seluruh camat, lurah, puskesmas, rumah sakit dan instansi pemerintahan daerah agar segera melaporkan apabila ada gejala-gejala yang menunjukan indikasi hepatitis A. “Ini sebagai bentuk antisipasi kami juga, kalau ada kasus segera laporkan ke kami Dinas Kesehatan,” kata dia.

    Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Kota Depok, Lely Nurlely sebelumnya mengatakan pasien penderita virus hepatitis A yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok mencapai sembilan orang. “Total yang datang kesini ada 15 orang dari SMPN 20, tapi yang dirawat ada sembilan orang, sisanya pulang,” kata dia, Kamis lalu.

    Lely mengatakan, para pasien itu dirawat diruang khusus agar memudahkan pemantauan juga menghindari penularan virus hepatitis A. “Sebenarnya bukan ruang khusus untuk hepatitis, hanya ruang biasa aja tapi pasiennya dijadikan satu ruangan untuk memudahkan pemantauan,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.