Perampokan Kuras Gudang Beras di Ciputat, Karena Adik Sakit Hati

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penodongan atau perampokan dengan senjata tajam/pisau. Shutterstock

    Ilustrasi penodongan atau perampokan dengan senjata tajam/pisau. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Merasa sakit hati, seorang pemuda nekat merampok gudang penyimpanan beras milik kakaknya di Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Pemuda itu melibatkan tiga kawannya dalam perampokan 3,5 ton beras yang terjadi pada 6 November 2019 itu. 

    "Tersangka M sakit hati karena tidak pernah dibantu dan diurus di Jakarta oleh kakaknya. Dia lalu berencana mencuri di toko kakaknya itu," ujar Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Dedy Murti Haryadi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat 29 November 2019. 

    Dalam perampokan itu, M dan kawannya membekali diri dengan senjata tajam. Mereka mendobrak pintu gudang saat penjaga akan menutup gerbang. 

    Komplotan itu sempat mengancam membunuh tiga penjaga gudang. Usai membuat para penjaga ketakutan, M dan komplotannya menguras 40 karung atau 3,5 ton beras. Mereka juga merampas sejumlah uang yang ada di dalam gudang. 

    Usai merampok, para pelaku lalu kabur menggunakan mobil pick up. Mereka juga membiarkan para penjaga gudang terkunci di dalam. 

    Tak terima, sang kakak lalu melaporkan M ke polisi. Selang dua hari setelah perampokan, polisi menangkap komplotan itu di kawasan Grogol, Jakarta Barat. Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Mereka terancam hukuman penjara selama 9 tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.