8 Ribu Laskar dan Petugas Kebersihan Bakal Jaga Reuni 212

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengurus sebuah masjid di Jakarta Barat menunjukkan isi Tabloid Indonesia Barokah, Jakarta, Selasa, 29 Januari 2019. Tabloid Indonesia Barokah pertama kali muncul pada medio Desember 2018 dengan edisi pertama yang berjudul: Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik?TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pengurus sebuah masjid di Jakarta Barat menunjukkan isi Tabloid Indonesia Barokah, Jakarta, Selasa, 29 Januari 2019. Tabloid Indonesia Barokah pertama kali muncul pada medio Desember 2018 dengan edisi pertama yang berjudul: Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik?TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.COJakarta - Sebanyak 450 orang telah disiapkan untuk menjadi petugas kebersihan saat Reuni 212 pada 2 Desember 2019. Sekretaris Steering Committee Reuni 212 tahun 2019, Slamet Ma'arif, mengatakan petugas itu berasal dari internal panitia.

    "450 orang itu akan bergerak dari awal sampai akhir untuk menjaga kebersihan sekitar Monas," ujar Slamet di kantor Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia, Jakarta Pusat pada Jumat, 29 November 2019.

    Selain itu, Slamet mengatakan panitia juga telah menyiapkan 3 ribu laskar jawara dan pendekar sebagai petugas keamanan. Mereka disebut akan bekerja sama dengan kepolisian menjaga berlangsungnya acara.

    Wakil Ketua Panitia Reuni 212, Edi Mulyadi berujar bahwa 3 ribu laskar itu merupakan berasal dari Front Pembela Islam (FPI). Menurut dia, akan ada 5 ribu laskar gabungan lain yang menjaga keamanan.

    "Totalnya delapan ribu personel pengamanan," ujar dia.

    Reuni 212 untuk ketiga kalinya ini akan diselenggarakan di area Monumen Nasional, Jakarta Pusat, pada 2 Desember 2019. Acara dimulai dengan salat tahajud berjamaah pada pukul 02.30 dan selesai pada pukul 08.30.

    Tahun ini, massa Reuni 212 bakal mendesak pemidanaan terhadap Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri karena dianggap telah menistakan agama dengan membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden Republik Indonesia Insinyur Soekarno. Mereka juga meminta pemulangan imam besarnya, Rizieq Sihab dari Arab Saudi.

    M YUSUF MANURUNG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.