Dishub DKI Koreksi Jalur Sepeda Berbahaya di Jalan Pramuka

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengendara sepeda motor melanggar jalur sepeda di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat, 22 November 2019. Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Dishub DKI Jakarta mulai menerapkan aturan jalur sepeda pada Jumat ini dengan memberikan sanksi denda tilang maksimum Rp500 ribu hingga penderekan kendaraan bagi pengendara kendaraan bermotor yang melanggar jalur sepeda. ANTARA

    Sejumlah pengendara sepeda motor melanggar jalur sepeda di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat, 22 November 2019. Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Dishub DKI Jakarta mulai menerapkan aturan jalur sepeda pada Jumat ini dengan memberikan sanksi denda tilang maksimum Rp500 ribu hingga penderekan kendaraan bagi pengendara kendaraan bermotor yang melanggar jalur sepeda. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyatakan akan secara bertahap mengoreksi jalur sepeda di Jalan Pramuka, Jakarta Timur. Jalur sepeda tepatnya di sisi jalan layang Matraman itu membahayakan keselamatan penggunanya karena memotong jalan dan menyatu ke jalur busway.

    "Hal itu sudah kami koreksi, kami perbaiki juga, karena pada prinsipnya kami mengutamakan faktor keselamatan," ujar Sekretaris Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Masdes Arouffy, Sabtu 30 November 2019.

    Koreksi dilakukan dengan mengarahkan jalur sepeda memotong jalan di zebra cross lampu merah, tidak berbaur dengan bus TransJakarta saat berpindah lajur dari kiri ke kanan. Cara ini bisa menghindari pesepeda memotong jalan atau laju kendaraan bermotor dan menyatu dengan jalur bus TransJakarta. 

    Masdes mengakui beberapa titik jalur sepeda yang baru dibuat perlu dikoreksi serupa. Kekeliruan bisa terjadi, menurutnya, karena miskomunikasi antara Dishub dengan kontraktor marka lajur sepeda. "Kami sedang merencanakan buat percontohan, nanti kami cari simpang yang berpindah, akan ada area khususnya untuk berhenti di simpang, baru menyeberang mengikuti lampu lau lintas," kata dia.

    Pembangunan jalur sepeda disebutkannya juga kerap terkendala keterbatasan ruang sehingga sebagian jalur masih bercampur dengan kendaraan motor maupun kendaraan umum. "Tapi paling tidak saat menjelang simpang, ke depan kami arahkan mengikuti lampu lalu lintas dan bersama pejalan kaki, karena desain standarnya harus demikian," ujar Masdes menjelaskan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.