25 Tahun Sister City Jakarta-Berlin, Begini Anies Menyanjungnya

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga melintasi mural bertema transportasi publik di terowongan jalan Kendal, Tosari, Jakarta, Selasa, 10 September 2019. Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta jumlah penumpang Transjakarta dan MRT Jakarta meningkat mencapai 970 ribu penumpang. ANTARA/Wahyu Putro A

    Sejumlah warga melintasi mural bertema transportasi publik di terowongan jalan Kendal, Tosari, Jakarta, Selasa, 10 September 2019. Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta jumlah penumpang Transjakarta dan MRT Jakarta meningkat mencapai 970 ribu penumpang. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri peringatan 25 tahun sister city Jakarta dan Berlin di Terowongan Kendal Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Sabtu 30 November 2019. Anies mengatakan, Jakberfest menampilkan berbagai kolaborasi seni dan budaya serta kuliner Jakarta, Indonesia, dan Berlin, Jerman.

    "Kami sajikan kuliner dan menunjukkan ekspresi seni budaya dari dua kota di sini di terowongan Jalan Kendal," kata Anies. Dia menambahkan, "Terowongan ini dulunya dilewati kendaraan bermotor sekarang diubah menjadi tempat pejalan kaki 100 persen."

    Anies menuturkan, sister city kedua kota telah ikut mendorong kreativitas dan inovasi dalam membangun ibu kota. Salah satu budaya Berlin yang kini diadopsi untuk membangun Jakarta, menurut mantan rektor dan menteri pendidikan itu, adalah budaya jalan kaki dan membangun moda transportasi terintegrasi.

    Karenanya, Anies menyatakan hubungan sister city Jakarta dan Berlin bakal terus dikembangkan. Bahkan, Jakarta dan Berlin bakal mengerjakan proyek smart change untuk mencari solusi inovatif tentang kesinambungan pembangunan kota-kota berkembang. "Semoga kerja sama ini bisa dilakukan di kota lainya di tahun-tahun mendatang," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.