LRT Jakarta Berlakukan Tarif Rp 5.000 Mulai Hari Ini

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stasiun LRT Pegangsaan Dua yang menjadi stasiun terbesar dengan luas lahan 12 hektare di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sumber Humas LRT

    Stasiun LRT Pegangsaan Dua yang menjadi stasiun terbesar dengan luas lahan 12 hektare di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sumber Humas LRT

    TEMPO.CO, Jakarta - PT LRT Jakarta mulai beroperasi secara komersial pada hari ini, Ahad, 1 Desember 2019. Penumpang yang ingin naik kereta ringan tersebut harus membayar Rp 5.000 untuk menuju ke semua stasiun LRT.

    "Tarif telah ditetapkan pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 34 Tahun 2019 dan berlaku mulai hari ini," ujar Direktur Utama PT LRT Jakarta Wijanarko saat ditemui awak media di kereta ringan itu pagi ini.

    Wijanarko menjelaskan jam operasional LRT Jakarta masih sama seperti saat uji coba dahulu, yakni mulai pukul 5.30 hingga 23.00. Jadwal keberangkatan kereta atau head way akan berlangsung tiap 10 sekali.

    "Penggunaannya bisa pakai kartu single trip yang dikeluarkan oleh LRT, maupun kartu uang elektronik yang dikeluarkan oleh bank yang telah bekerja sama dengan kami," ujar Wijanarko. 

    Sebelumnya, LRT Jakarta telah melakukan masa uji coba sejak 4 bulan yang lalu. Uji coba dilakukan untuk mengetes ketepatan waktu kereta, kesiapan sarana prasarana, menguji integrasi dengan Jak Lingko serta bus Transjakarta, dan melihat antusiasme penumpang. 

    Selama masa uji coba itu, LRT Jakarta tidak memberlakukan tiket atau gratis. Hingga akhir masa uji coba, LRT Jakarta telah mengangkut sebanyak 1,1 juta penumpang. 

    "Sekarang kami ditargetkan sekitar 14 ribu pelanggan per hari, saat ini average 6.500 - 7.000. Kami coba akan achieve," kata Wijanarko. 

    Adapun panjang jalur LRT Jakarta saat ini adalah 5,8 kilometer dan memiliki enam stasiun, yakni Depo sekaligus Stasiun Pegangsaan Dua, Stasiun Mal Kelapa Gading, Stasiun Boulevard, Stasiun Pulomas, Stasiun Equestrian, dan Stasiun Velodrome.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.