Massa Reuni 212 Tiba di Stasiun Pasar Senen, Masjid Sekitar Siap

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengurus sebuah masjid di Jakarta Barat menunjukkan isi Tabloid Indonesia Barokah, Jakarta, Selasa, 29 Januari 2019. Tabloid Indonesia Barokah pertama kali muncul pada medio Desember 2018 dengan edisi pertama yang berjudul: Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik?TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pengurus sebuah masjid di Jakarta Barat menunjukkan isi Tabloid Indonesia Barokah, Jakarta, Selasa, 29 Januari 2019. Tabloid Indonesia Barokah pertama kali muncul pada medio Desember 2018 dengan edisi pertama yang berjudul: Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik?TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -Puluhan orang peserta Reuni 212 tampak telah tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat pada Ahad sore ini, 1 Desember 2019.

    Para peserta Reuni 212 itu kemudian tampak singgah dan menjalankan salat Ashar di Masjid At Taufiq yang berada di pintu masuk stasiun.

    Tempo menemui dua orang di antaranya, yang mengaku bernama Engkos dan Ujang. Mereka mengaku berasal dari Pondok Pesantren, Al Haromain, Purwakarta. "Insya Allah ikut," ujar Engkos, Ahad, 1 Desember 2019.

    Engkos mengatakan baru kali pertama mengikuti Reuni 212. Sedangkan Ujang sudah dua kali. Keduanya berencana akan beristirahat di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat malam ini sebelum mengikuti Reuni 212 yang rencananya dimulai pada pukul 03.00. "Supaya lebih dekat," ujar dia.

    Rombongan dari Purwakarta lain adalah Zain dan delapan rekannya. Tidak seperti Engkos, Zain dan teman-teman masih kebingungan mencari tempat istirahat. "Denger-denger sih katanya di Istiqlal gak bisa ya, paling tidur di emperan," ujar dia.

    Petugas mengatur penumpang kereta commuterline ketika terjadi kepadatan di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, Ahad, 2 Desember 2018. Kebanyakan dari massa Reuni 212 yang berasal dari wilayah Jabodetabek memilih menggunakan KRL untuk menuju Monumen Nasional (Monas). TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Tempo juga menemui empat orang dari Cikampek yang bakal ikut Reuni 212. Dua di antaranya adalah pasangan suami istri. Rombongan ini mengaku sudah memiliki tempat untuk menginap, namun tidak ingin memberitahukannya.

    "Ada deh," ujar Melinda, seseorang di antaranya.

    Petugas keamanan Masjid At Taufiq, Eka mengatakan para peserta Reuni 212 tidak bisa menginap di masjid tersebut. Alasannya, masjid memang tutup pada pukul 21.00 dan akan kembali dibuka pada pukul 04.00 untuk melaksanakan salat subuh. Jamaah tidak diizinkan untuk tidur di Masjid tersebut.

    "Memang aturannya begitu," ujar dia.

    Namun, Masjid Raya Al Arif yang berada sekitar 300 meter dari Stasiun Senen memperbolehkan peserta Reuni 212 untuk menginap. Pengurus masjid yang ditemui Tempo, Haris berujar, peserta Reuni 212 sudah sering singgah sejak gelaran perdana pada 2016 lalu.

    "Kita siapkan tempat untuk singgah, istirahat, salat dan ada air minum juga," ujar dia.

    Walau begitu, Haris mengatakan belum ada peserta yang izin untuk menginap di masjid itu. Menurut dia, peserta Reuni 212 biasanya datang pada pukul 22.00 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.