Festival Betawi Kampung Melayu, Ada Lomba Ngomel

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah stand yang menjual Bir Pletok, minuman tradisional warga Betawi berada dalam Festival Betawi 2018 di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, Kamis, 31 Mei 2018. Melalui acara ini para perajin Betawi juga dituntut untuk menciptakan ikon-ikon baru Kota Jakarta yang bisa dikemas menjadi kerajinan khas yang bernilai seni tinggi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sebuah stand yang menjual Bir Pletok, minuman tradisional warga Betawi berada dalam Festival Betawi 2018 di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, Kamis, 31 Mei 2018. Melalui acara ini para perajin Betawi juga dituntut untuk menciptakan ikon-ikon baru Kota Jakarta yang bisa dikemas menjadi kerajinan khas yang bernilai seni tinggi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 40 masyarakat Betawi akan beradu ngomel dalam acara Festival Betawi Kampung Melayu yang diselenggarakan 14-18 Desember 2019. 

    "Antusiasme masyarakat cukup tinggi untuk ikut lomba ngomel ini. Bahkan peserta ada yang dari Bekasi, Tangerang hingga Depok," kata Ketua Panitia Rodiah Afrianti di Jakarta, Senin 2 Desember 2019.
     
    Namun panitia membatasi jumlah peserta dari luar Jakarta maksimal 25 peserta, sedangkan 15 peserta berasal dari Kampung Melayu. Alasannya, kegiatan festival yang digagas Masyarakat Betawi Kampung Melayu dengan Pemerintah Kota Jakarta Timur ini untuk mengangkat budaya Betawi dari wilayah setempat.
     
    "Sekarang ini 70 persen populasi Kampung Melayu masih asli Betawi, walau sebagian banyak yang sudah menikah dengan suku lain," katanya.
     
    Lomba ngomel atau marah dengan mengucapkan banyak kata-kata, ujar Yayan, dilakukan peserta dengan batasan kesopanan. "Temanya seperti nasehat terkait pentingnya kesehatan, pendidikan, dan perlindungan terhadap anak maupun perempuan," katanya.
     
    Panitia melarang peserta lomba mengeluarkan kata-kata kasar, atau penghinaan terhadap peserta lainnya. "Contoh, lah tong, napah elu maen hape bae, belajar noh, gimana mau jadi menteri kalo maen mulu. Kira-kira begitu, pakai bahasa Betawi tapi tidak boleh kasar," kata Yayan mencontohkan.
     
    Setiap peserta akan diberikan waktu untuk mengomel masing-masing 5 menit. Peserta dengan omelan nasihat terbanyak akan meraih poin tertinggi.

    Festival Betawi Kampung Melayu juga akan menghadirkan lomba masak sayur laksa, tuker rantang, lenong, lomba mewarnai, dan lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.