DKI Bangun Taman Interaktif di Tomang, Ada Permainan Tradisional

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berolahraga di area refleksi di Taman Interaktif FO Klender, Pulogadung, Jakarta, 28 Mei 2015. TEMPO/Subekti

    Warga berolahraga di area refleksi di Taman Interaktif FO Klender, Pulogadung, Jakarta, 28 Mei 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Suku Dinas Kehutanan Jakarta Barat membangun taman interaktif di Jalan Tomang Raya, Jakarta Barat, di sebelah utara jembatan layang. 
    Taman tersebut dilengkapi sejumlah permainan Betawi tempo dulu, yang membuat interaksi anak-anak dan keluarga menjadi lebih intens.

    "Taman ini dilengkapi permainan Betawi tempo dulu seperti taplak (engklek), gobak sodor, congklak, pletokan, engrang dan catur," kata Kepala Suku Dinas Kehutanan Jakarta Barat, Firdaus Rasyid di Jakarta, Senin 3 Desember 2019.

    Taman yang memiliki luas sekitar 18 ribu meter persegi tersebut dilengkapi beragam fasilitas seperti rumah pohon, ayunan, ayunan jaring, jembatan, kolam ikan, serta sarang burung yang bagus untuk dijadikan spot berfoto.

    Firdaus mengatakan sebelumnya lahan taman tersebut tidak dimanfaatkan. Pembuatan taman ini tidak menggunakan APBD, melainkan memanfaatkan hasil kebon bibit dan stek dari tanaman lain.

    Permainan tradisional yang ada di taman tersebut bertujuan untuk mengajarkan pengunjung bekerjasama serta menjalin kekompakan dan solidaritas, sehingga menghasilkan kreativitas. 

    "Kami juga berharap, ini juga untuk mencegah anak-anak selalu bermain gawai," ujarnya.

    Taman ini mulai dikerjakan akhir Oktober lalu. Saat ini, menurutnya, warga juga tidak sabar untuk memanfaatkan taman tersebut padahal pembangunan belum selesai 100 persen. "Kami juga membuat 11 sumur resapan. Targetnya 6 Desember rampung," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.