Jadwal Baru KRL, Headway Kereta Bekasi Lebih Cepat 1 Menit

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon penumpang menunggu KRL saat tawuran warga terjadi di sekitar Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa, 29 Oktober 2019. ANTARA

    Sejumlah calon penumpang menunggu KRL saat tawuran warga terjadi di sekitar Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa, 29 Oktober 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memberlakukan jadwal perjalanan baru rangkaian KRL Jabodetabek per 1 Desember 2019. Perubahan mengikuti Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2019, menggantikan jadwal perjalanan yang telah berlaku dua tahun sebelumnya atau 2017. 

    Perubahan ini sempat dikeluhkan sebagian pengguna KRL. Mereka menunjuk penumpukan penumpang di sejumlah stasiun yang malah terjadi pasca pemberlakuan jadwal baru itu. 

    Salah satu keluhan datang dari akun @nzrzukarnain. "Gak jelas ini jadwal, katanya penambahan tapi malah numpuk penumpangnya," ujar dia di kolom komentar.

    Pemilik akun Instagram lainnya, @shintabasundari juga mengeluhkan hal serupa. "Jadwal keberangkatan dari Bekasi-Jakarta berubah jadi lebih cepat, tapi kalau keberangkatannya juga delay 10-12 menit ya sama aja gak berubah dong ya," kata dia.

    VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba menduga pengguna masih bingung di awal penerapan jadwal baru. "Tadi misalkan biasa dengan jadwal 06.00, bisa digeser sebelum jam 6 atau jam 6 lewat. Per menit penumpang tapping di satu stasiun kan puluhan-ratusan," ujar dia, Selasa 3 Desember 2019.

    Secara keseluruhan, Anne menerangkan, dalam Gapeka 2019, termuat sebanyak 90 loop berjumlah 1.057 perjalanan rangkaian KRL setiap harinya. Sedangkan pada Gapeka 2017, hanya ada 81 Loop yang berjumlah 945 perjalanan KRL per hari.

    Berikut ini perbedaan perjalanan KRL dalam Gapeka 2019 pada triwulan pertama dengan Gapeka 2017. Terlihat peningkatan headway atau jarak kedatangan antar rangkaian kereta di sejumlah rute atau line karena bertambahnya jumlah perjalanan.

    Ada headway yang tetap dan loop yang juga tak berubah. Simak selengkapnya perbandingan berikut ini,

    - Bogor Line (Bogor/Depok – Jakarta Kota), terdapat 45 Loop dengan headway atau jarak kedatangan kereta pada peak hour selama 5 menit. Ini tak berubah dibandingkan dengan Gapeka 2017.

    - Bekasi Line (Cikarang/Bekasi – Jakarta Kota), terdapat 15 Loop dengan headway pada peak hour selama 11 menit. Dalam Gapeka 2017, hanya terdapat 13 Loop dengan headway pada peak hour selama 12 menit.

    - Serpong Line (Rangkasbitung/Parung Panjang/Maja/Serpong – Tanah Abang), terdapat 18 Loop dengan headway pada peak hour selama 10 menit. Dalam Gapeka 2017, hanya ada 16 Loop dengan headway pada peak hour juga selama 10 menit.

    - Tangerang Line (Tangerang – Duri), terdapat 5 Loop dengan headway pada peak hour selama 15 menit. Dalam Gapeka 2017, ada 4 Loop dengan headway pada peak hour 25 menit.

    - Tanjuk Priok Line (Tanjung Priok – Jakarta Kota), terdapat 2 Loop dengan headway pada peak hour selama 30 menit. Tak ada perubahan Loop di Gapeka 2017, hanya headway pada peak hour saat itu mencapai 35 menit.

    - KRL Feeder (Kampung Bandan – Jakarta Kota), terdapat 1 Loop dengan headway pada peak hour selama 38 menit. Dalam Gapeka 2017, jumlah Loop tetap sama namun headway pada peak hour 45 menit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.