Hendak Meliput, Wartawan Tangsel Diintimidasi Anggota Ormas

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran/perkelahian pelajar/kekerasan di sekolah. Shutterstock

    Ilustrasi tawuran/perkelahian pelajar/kekerasan di sekolah. Shutterstock

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Aksi kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi. Kali ini menimpa Eka Huda Rizki, 20 tahun, salah seorang wartawan dari media online kabar6.com yang sedang meliput puluhan anggota ormas FBR yang mendatangi kantor Pemkot Tangerang Selatan.

    Aksi kekerasan yang menimpa Eka terjadi saat ia dan sejumlah wartawan lainnya sedang meliput ormas FBR yang hendak melakukan aksi protes di Pemkot Tangsel. Mereka ingin memprotes penurunan bendera ormasnya oleh petugas Satpol PP saat menertibkan bangunan liar di wilayah Gaplek, Pamulang.

    "Kejadiannya kemarin. Awalnya saya lagi di masjid Al I'tisom yang ada di sebelah pemkot, kemudian ada puluhan anggota ormas FBR mendatangi Pemkot Tangsel. Saya dengan sejumlah wartawan lainnya langsung mendekat ke kerumunan mau meliput," kata Eka, Rabu, 4 Desember 2019.

    Menurut Eka, ia dan beberapa wartawan lain penasaran perihal alasan puluhan anggota ormas FBR mendatangi pemkot Tangsel dan mendekat ke lobi. Setelah mendekati kerumunan massa, ia pun mengeluarkan telepon genggamnya untuk mengambil gambar.

    "Saya keluarin handphone mau foto aksi tersebut, kemudian ada yang teriak 'woi ngapain foto- foto' sambil deketin saya, padahal saya belum ambil foto mereka. Saya juga dikejar beberapa anggota ormas FBR itu dan saya sudah bilang kalau saya dari media ingin meliput," kata Eka.

    Setelah didekati beberapa anggota ormas FBR, kata Eka, ia diminta untuk menghapus foto padahal ia belum mengambil foto aksi ormas tersebut. Eka juga sudah menjelaskan bahwa dirinya belum sempat memfoto. "Saya udah bilang kalau belum foto tapi mereka tidak percaya. Ya saya minta mereka periksa sendiri, tangan saya juga agak dipelintir," ujarnya.

    Eka juga mengatakan bahwa sebelum dikerumuni beberapa anggota ormas FBR, ia dirangkul oleh dua anggota ormas FBR lainnya utuk diamankan dan dibawa menjauh dari puluhan anggota ormas tersebut. "Saya di rangkul diamankan sama dua orang anggota ormas FBR lain dan di bawa ke masjid, saat dibawa ke masjid beberapa orang anggota ormas FBR lainnya masih mengejar saya dan tarik tangan saya sampai ada bekas luka cakar," kata dia.

    Atas kejadian tersebut, Eka sudah melapor ke Kepolisian Resor Tangerang Selatan agar kasis kekerasan terhadap wartawan itu bisa diusut hingga tuntas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.