Sistem 2-1 Jalur Puncak Diuji Coba Lagi, One Way Tetap Jalan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Dinas Perhubungan di Simpang Gadog, Ciawi, membantu penerapan sistem rekayasa lalu lintas yang mulai diterpakan di Jalur Puncak, Bogor, Minggu 27 Oktober 2019. Sistem 2-1 menggantikan sistem buka tutup atau satu arah. TEMPO/M.A MURTADHO

    Petugas Dinas Perhubungan di Simpang Gadog, Ciawi, membantu penerapan sistem rekayasa lalu lintas yang mulai diterpakan di Jalur Puncak, Bogor, Minggu 27 Oktober 2019. Sistem 2-1 menggantikan sistem buka tutup atau satu arah. TEMPO/M.A MURTADHO

    TEMPO.CO, Bogor - Kepolisian Resor Bogor mengatakan uji coba sistem kanalisasi 2-1 di jalur Puncak, Kabupaten Bogor yang akan dilaksanakan kembali pada Sabtu, 7 Desember mendatang akan dikolaborasikan dengan sistem satu arah atau one way.

    "Yang menjadi pembeda dengan uji coba pertama adalah kita tetap memberlakukan one way di pagi hari karena memang arus kendaraan yang naik di hari Sabtu pagi itu lebih banyak," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor Ajun Komisaris Fadli Amri usai rapat bersama di Kantor Polres Bogor, Cibinong Kabupaten Bogor, Selasa, 3 Desember 2019.

    Fadli mengatakan sistem one way akan diberlakukan pada pagi hari mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB. Jalur Puncak berlaku one way ke arah atas. Kemudian, pukul 12.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB diberlakukan kanalisasi 2-1, yaitu dua lajur arah turun dan satu lajur arah naik.

    "Pada persimpangan-persimpangan akan kita rekayasa untuk mengurangi crossing atau perpotongan. Sosialisasi pelaksanaan kegiatan uji coba tersebut akan dilakukan secara masif baik melalui media cetak, media elektronik, maupun media sosial," kata Fadli.

    Bupati Bogor Ade Yasin sebelumnya membeberkan beberapa catatan setelah melakukan pemantauan secara langsung uji coba sistem kanalisasi 2-1 jalur Puncak yang dilakukan pada Ahad, 27 Oktober lalu.

    Catatan pertama, yaitu mengenai adanya kepadatan kendaraan di beberapa titik karena adanya penyempitan jalan atau bottleneck. Ade menyebutkan, kepadatan kendaraan terjadi di titik langganan macet seperti Pasar Cisarua, Simpang Taman Safari (TSI), Tanjakan Selarong dan Simpang Megamendung.

    Kedua, yaitu belum tersedianya cerukan angkot. Pada hari pertama uji coba kanalisasi 2-1, tak sedikit angkot berhenti di jalan ketika menunggu penumpang naik sehingga membuat laju kendaraan lainnya tersendat. "Angkot berhenti di jalan ketika menunggu penumpang naik, membuat stuck kendaraan-kendaraan di belakangnya," kata Ade.

    Catatannya yang terakhir, arus lalu lintas terganggu para pengendara yang memberhentikan mobilnya saat belanja di pedagang kaki lima (PKL). Sebab, terdapat beberapa titik PKL yang tersebar di jalur Puncak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.