Rapat Paripurna, Gerindra Kritik Program Trotoar Anies

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan revitalisasi trotoar di kawasan Salemba, Jakarta, Kamis, 7 November 2019. Kebijakan baru terkait multifungsi trotoar di Ibu Kota diterapkan setidaknya di enam kawasan. TEMPO/Subekti.

    Pekerja menyelesaikan revitalisasi trotoar di kawasan Salemba, Jakarta, Kamis, 7 November 2019. Kebijakan baru terkait multifungsi trotoar di Ibu Kota diterapkan setidaknya di enam kawasan. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta -Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta mengkritik program revitalisasi trotoar Gubernur Anies Baswedan dalam rapat paripurna hari ini.

    "Mengenai program revitalisasi trotoar serta jaringan utilitas yang tengah dikerjakan cukup menyita perhatian publik,"ujar anggota Fraksi Gerindra Purwanto dalam paripurna DPRD, Rabu 4 Desember 2019.

    Purwanto menyebutkan jika program revitalisasi trotoar saat ini menimbulkan berbagai masalah mulai dari kemacetan hampir di setiap lokasi pengerjaan. Hal ini kata dia disebabkan oleh penempatan material proyek yang tidak tertata.

    Ia menilai bahwa program revitalisasi trotoar belum sesuai dengan program pengendalian kemacetan, lantaran ruas jalan yang menyempit dengan pelebaran trotoar tersebut.

    Purwanto menyebutkan Gerindra meminta Anies untuk memperhatikan hal tersebut, karena untuk tahun depan DKI mengusulkan dana revitalisasi trotoar yang mencapai Rp 1 triliun. "Ini berbanding terbalil dengan program pengendalian kemacetan lalu lintas dengan biaya yang sedikit di bawahnya," ujarnya.

    DKI melalui Dinas Bina Marga awalnya mengusulkan Rp 1,2 triliun untuk revitalisasi trotoar 100 km pada 2020. Namun dalam KUA PPAS anggaran tersebut dipangkas sekitar Rp 204 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.