DKI Tagih Tunggakan Pajak Ferrari Milik Perusahaan Rp 129 Juta

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ferrari 599 GTB Fiorano (Ferrari.com)

    Ferrari 599 GTB Fiorano (Ferrari.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim gabungan razia penunggak pajak mobil mewah mendatangi perusahaan pemilik Ferrari 599 GTB Fiorano yang menunggak pajak Rp 129 juta, Rabu, 4 Desember 2019. Perusahaan pemilik mobil mewah B 9 TEO tersebut berlokasi di Jalan Wolter Monginsidi nomor 11, Jakarta Selatan.

    Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta, Faisal Syafruddin, mengatakan Ferrari atas nama PT Nana Yamano Technik itu telah menunggak pajak sejak Juni 2018 lalu. "Sudah tiga kali kami datangi agar pemilik Ferrari itu segera membayar pajak. Tapi sampai kedatangan kami ketiga ini juga belum dilunasi pajaknya," kata Faisal saat mendatangi PT Nana Yamano Technik, hari ini.

    Faisal meminta perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas itu segera melunasi tunggakan pajaknya sebelum 30 Desember 2019. Pemerintah, kata dia, telah memberikan keringanan pajak dengan menghapus sanksi dan bunga bagi penunggak.

    "Untuk BBN (bea balik nama kendaraan bermotor) kedua dikenakan 50 persen dari pengenaan yang ada."

    Faisal mengatakan bakal segera memasang stiker segel di Ferrari yang menunggak pajak. Segel penunggak pajak yang nantinya dipasang di mobil tersebut tidak boleh dilepas sampai wajib pajak melunasi tanggungannya. "Jika dilepas bisa dipidanakan perusakan segel."

    Sekretaris perusahaan yang tidak mau menyebutkan namanya itu mengatakan bakal segera memberi tahu atasannya agar segera melunasi pajak Ferari itu. "Nanti saya kabari atasan saya," ujarnya.

    Selain mendatangi perusahaan pemilik Ferrari, tim gabungan juga mendatangi pemilik Mercy S 350 L AT yang menunggak pajak Rp 22 juta. Pemilik mobil bernomor polisi B 98 FL itu berdomisili di Perumahan Pondok Indah Jalan Niaga Hijau Raya nomor 23. "Pemilik Mercy S Class itu berjanji mau membayar pajaknya besok, setelah kami datangi rumahnya."

    Saat dirazia, dua kendaraan tersebut tidak ada di lokasi. Tim gabungan razia penunggak pajak hanya bisa menemui sekretaris di PT Nana Yamano Technik. Sedangkan, di rumah pria berinisial FS, petugas hanya menemui petugas keamanan rumah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.