Papan Reklame Roboh di Cakung Terpaksa Dimutilasi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga mengamati papan reklame yang roboh di Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Ahad, 1 Desember 2019. Reklame roboh  yang melintang di jalan raya tersebut mengakibatkan kemacetan di kawasan tersebut. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah warga mengamati papan reklame yang roboh di Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Ahad, 1 Desember 2019. Reklame roboh yang melintang di jalan raya tersebut mengakibatkan kemacetan di kawasan tersebut. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Suku Dinas Penyelamatan dan Penanggulangan Kebakaran Jakarta Timur memutilasi papan reklame yang roboh di Jalan Raya Bekasi, Kecamatan Cakung, Rabu malam, 4 Desember 2019. Pemotongan papan dilakukan untuk mempermudah proses evakuasi.  

    "Kita potong-potong jadi ratusan bagian untuk diangkut pakai truk," kata Kepala Seksi Damkar Jakarta Timur Gatot Sulaeman di Jakarta, Kamis dinihari, 5 Desember 2019.
     
    Belasan petugas gabungan dari Damkar dan Satpol PP Cakung langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan konstruksi papan. Papan reklame berukuran 7 x 5 meter persegi itu roboh sekitar pukul 21.09. 
     
    Sedikitnya, lima truk dikerahkan untuk mengangkut puing papan reklame berbahan stainless steel tersebut menuju Kantor Satpol PP Jakarta Timur sebagai barang bukti.
     
    Gatot mengatakan bahwa petugas menggunakan sejumlah mesin cutter untuk memutilasi rangkaian papan reklame.  

    Papan reklame milik perusahaan iklan PT Warna Warni itu roboh dari ketinggian sekitar 5 meter dan menimpa dua unit bangunan bengkel mobil dan tambal ban. 
    Seorang pegawai bengkel dilaporkan mengalami luka ringan akibat terserempet papan reklame yang roboh. "Korban mengalami luka ringan," kata Camat Cakung Salahudin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.