Penularan Hepatitis A di Depok Meluas, Kemenkes Ungkap Sumbernya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua di antara sejumlah siswa SMPN 20 yang masih dirawat di RSUD Kota Depok karena terjangkit virus Hepatitis A, Kamis 28 November 2019. Dinas Kesehatan setempat memberlakukan status KLB parsial di sekolah itu. TEMPO/ADE RIDWAN

    Dua di antara sejumlah siswa SMPN 20 yang masih dirawat di RSUD Kota Depok karena terjangkit virus Hepatitis A, Kamis 28 November 2019. Dinas Kesehatan setempat memberlakukan status KLB parsial di sekolah itu. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengungkap sumber kasus KLB hepatitis A di Depok.

    Menurut dia, wabah yang meluas hingga 262 kasus itu bersumber dari petugas sekolah di SMPN 20 Depok sebagai pembawa virus atau carrier. Petugas tersebut juga berjualan makanan di sekolah sehingga virus menempel pada makanan yang dijualnya dan menular ke siswa dan guru.

    Petugas sekolah tersebut berdomisili di Kabupaten Bogor sehingga tidak menutup kemungkinan penyebaran hepatitis A bisa beralih keluar Kota Depok.

    Kemenkes melaporkan sebanyak 262 kasus Hepatitis A dilaporkan terjadi di Depok. Penyakit yang awalnya hanya menyerang siswa dan guru di lingkungan sekolah di Kecamatan Pancoran Mas kini menyebar ke hampir seluruh wilayah Depok.

    Dari 262 kasus Hepatitis A, 228 ditemukan di lingkungan SMPN 20, 31 orang warga sekitar sekolah, lima orang dari pesantren Petik yang berada dekat SMPN 20, dan tiga orang keluarga siswa.

    Penularan Hepatitis A meluas karena carrier atau orang dengan pembawa virus tersebut memiliki mobilitas ke banyak daerah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.