Upacara Pemakaman, Keluarga Ciputra Berterimakasih kepada Pelayat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peti jenazah Ciputra tiba di Pemakaman Keluarga Ciputra, Jonggol, Bogor, Kamis, 5 Desember 2019. TEMPO/Lani Diana

    Peti jenazah Ciputra tiba di Pemakaman Keluarga Ciputra, Jonggol, Bogor, Kamis, 5 Desember 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga Ciputra menyampaikan terima kasih kepada pelayat yang menghadiri upacara pemakaman pendiri Ciputra Group itu hari ini. Anak pertama Ciputra, Rina Ciputra Sastrawinata, mengungkapkan harunya terhadap kerabat dan tamu yang datang.

    "Saya terharu dengan begitu banyak masyarakat yang datang kemari untuk melihat ayah saya yang terakhir kali," kata Rina saat ditemui usai upacara pemakaman di Jonggol, Bogor, Kamis, 5 Desember 2019.

    Hari ini, jenazah Ciputra dimakamkan di Pemakaman Keluarga Ciputra di Jonggol. Lokasi pemakaman berada di dalam kompleks perumahan Citra Indah City. Dia meninggal pada Rabu, 27 November 2019 karena sakit dan usia tua. Dia menghembuskan napas terakhir di usia 88 tahun.

    Anak ketiga Ciputra, Candra Ciputra, meminta kepada para pelayat untuk memaafkan semua kesalahan ayahnya. Sebab, kata dia, Ciputra bukanlah manusia sempurna dan pernah berbuat salah.

    Candra juga menyampaikan terima kasih kepada pelayat yang telah bersedia mengunjungi upacara pemakaman. Ucapan itu khususnya dilontarkan kepada mereka yang telah datang berulang kali melayat jenazah Ciputra, baik di rumah persemayaman maupun upacara pemakaman.

    "Yang datang beberapa hari kami melihat spesial karena kami tidak pernah undang tapi datang sendiri. Berarti itu betul suatu keinginan yang sangat luar biasa untuk mengunjungi kami dalam keadaan susah seperti sekarang ini," kata Candra.

    Ciputra dikenal sebagai pelopor real estate di Indonesia, pendiri klub bulutangkis Jaya Raya, dan terjun pula ke bisnis pendidikan dan media.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.