Rapat Komisi, Anggota Fraksi PDIP dan PSI Cekcok

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana rapat paripurna yang sedikit didatangi anggota dewan hari ini di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu, 10 April 2019. TEMPO/Lani Diana

    Suasana rapat paripurna yang sedikit didatangi anggota dewan hari ini di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu, 10 April 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta-Rapat Komisi C DPRD DKI Jakarta diskors setelah terjadi cekcok antara anggota Fraksi PDI Perjuangan Cinta Mega dengan anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Anthony Winza, Kamis malam, 5 Desember 2019.

    Cekcok tersebut berawal saat Komis Ci sedang membahas anggaran Penyertaan Modal Daerah dengan PDAM. Cinta meminta Anthony untuk tidak menyebar pembahasan rapat kepada media. Permintaan itu langsung ditanggapi Anthony. "Ini tuduhan apa lagi," ujar Anthony emosional.

    Anthony dan Cinta kemudian saling bantah dan saling tunjuk. Anggota Dewan lainnya mencoba menenangkan dua orang itu.  Ketua Komisi C Habib Muhamad bin Salim Alatas kemudian mengskors rapat dan meminta Anthony masuk ke dalam ruangan Dewan. "Anthony, saya pimpinan rapat, masuk ke dalam dulu," ujar Salim Alatas.

    Beberapa saat kemudian Anthony masuk ke dalam ruangan. Awak media yang berada di dalam ruangan diusir oleh petugas Pamdal. Hingga berita ini ditulis anggota Komisi C termasuk Anthony dan Cinta Mega masih di dalam ruangan. Sedangkan peserta rapat telah dibubarkan.

    Anggota Komisi C Andyka berujar insiden tersebut merupakan hal yang lazim dalam dinamika rapat. Menurut dia anggota Komisi C kecewa dengan sikap Anthony yang diduga menyebarkan hasil pembahasan rapat ke media.

    Andyka menuturkan bahwa pembahasan rapat yang disebar tentang pengadaan kumputer senilai Rp 128 miliar per unit. Anthony belum memberikan keterangan terkait tudingan menyebarkan isi rapat Komisi C itu.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.