Kenangan Susi Susanti Bertahan di PB Ciputra Saat Krisis Moneter

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto dan peti jenazah alhamhum Ciputra di pemakaman keluarga, Desa Sukamaju, Jonggol, Jawa Barat, Kamis, 5 Desember 2019. Ciputra wafat dalam usia 88 tahun di Rumah Sakit Singapura pada Rabu, 27 November 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Foto dan peti jenazah alhamhum Ciputra di pemakaman keluarga, Desa Sukamaju, Jonggol, Jawa Barat, Kamis, 5 Desember 2019. Ciputra wafat dalam usia 88 tahun di Rumah Sakit Singapura pada Rabu, 27 November 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -Mantan atlet bulu tangkis peraih emas Olimpiade, Susi Susanti, memutar kembali memorinya dengan Ir Ciputra.

    Dia masih ingat bertahan di Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Jaya Raya besutan Ciputra ketika krisis moneter 1998.

    Susi menceritakan kala itu klub PB Jaya Raya hampir ditutup karena krisis. Imbasnya, semua atlet memilih pindah ke klub lain, kecuali Susi. Tinggal peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 ini yang bertahan bersama Ciputra.

    "Om (Ciputra) bilang kalau Susi keluar, berarti klub Jaya Raya kita bubarkan saja. Tapi kalau Susi akan bertahan meskipun dengan situasi maupun sarana seadanya, kita akan terus membangun, mengangkat lagi klub Jaya Raya ini untuk bisa mengantarkan prestasi tidak hanya nasional tapi juga dunia," kenang Susi di Pemakaman Keluarga Ciputra, Jonggol, Bogor, Kamis, 5 Desember 2019.

    Susi bertahan. Dia tetap melanjutkan latihan dan bergabung di PB Jaya Raya. Susi tak melupakan bagaimana dukungan Ciputra dari awal dirinya berkarier. Dia bergabung di PB Jaya Raya sejak usia 14 tahun.

    "Saya bertahan dan tetap ada di samping Om Ci. Saya bilang bahwa saya dibesarkan di Jaya Raya dan saya akan ada di samping Om baik suka maupun duka," ujar Susi sambil sesenggukan.

    Istri eks pebulutangkis, Alan Budikusuma, itu merasa kehilangan dengan berpulangnya Ciputra. Ciputra, lanjut dia, banyak memberikan nasihat kepadanya.

    Ciputra pun kerap hadir menonton pertandingan Susi. Bahkan saat dia pensiun dari dunia bulu tangkis, Ciputra masih perhatian.

    "Jadi Om bukan cuma mentor, tapi juga orang tua, guru saya," ucap dia.

    Ciputra meninggal di Singapura pada 27 November 2019 pukul 01.05 waktu setempat. Jenazah disemayamkan di Ciputra Artpreneur sejak Rabu malam, 27 November 2019. Dia meninggal karena usia yang sudah tua, yakni 88 tahun.

    Dia dimakamkan di Pemakaman Keluarga Ciputra, Jonggol, Bogor pada Kamis, 5 Desember 2019. Lokasi pemakaman berada di dalam kompleks perumahan Citra Indah City.

    Ciputra dikenal sebagai pelopor real estate di Indonesia, pendiri klub bulutangkis Jaya Raya, dan terjun pula ke bisnis pendidikan dan media.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.